Berita Terbaru :
Salama Lebaran, Pelanggar PSBB Meningkat
Polisi Perketat Akses Masuk Perumahan Surabaya
Pengedar Sabu Jaringan Lapas Dibekuk Polisi
Balon Udara Ditemukan Jatuh di Atas Rumah Warga Magetan
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Kembali Sampai 9 Juni 2020
Pakar Komunikasi Unair Menilai PSBB Kurang Efektif
Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Kabar Gembira, 17 Dari 77 Pasien Corona di Kabupaten Probolinggo Sembuh
Ibu Ini Ngamuk Ngamuk Jalannya Diportal, Begini Ceritanya
Data Terbaru Kasus Covid 19 Masih Ada Tambahan 479 Orang
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
   

Tragis ! Bapak Dua Anak Tewas Dibedil Polisi Gara - Gara Hoaks
Peristiwa  Senin, 01-01-2018 | 09:14 wib
Reporter :
Ilustrasi
Kansas pojokpitu.com, Andrew Finch sedang bersantai di rumahnya ketika tiba-tiba sejumlah polisi datang dan memanggilnya lewat pengeras suara untuk keluar. Bapak dua anak itu pun menurut. Tiba-tiba..Dor!! Andrew langsung tewas tertembus peluru aparat di teras rumahnya sendiri, Kamis (28/12) malam.

Kematian Andrew menggegerkan Kota Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Pasalnya, ternyata dia tidak melakukan kejahatan apa-apa.

Andrew adalah korban keisengan yang dikenal dengan istilah swatting. Intinya, pelaku swatting membuat laporan palsu alias hoaks tentang situasi darurat yang membutuhkan penanganan polisi.

Dalam beberapa kesempatan lelucon tidak lucu ini berhasil membuat polisi mengerahkan pasukan SWATT untuk menggerebek atau melakukan penangkapan. Aparat mengaitkan perilaku ini dengan komunitas pemain video game online.

Wakil Kepala Kepolisian Wichita Troy Livingston mengatakan, malam itu pihaknya menerima telepon dari seorang pria yang mengaku baru saja membunuh ayahnya dan tengah menyandera beberapa orang. Penelepon itu juga mengancam akan membakar rumahnya.

Menindaklanjuti laporan itu, kepolisian mengirim sejumlah personel ke alamat yang diberikan sang penelepon. Mereka mengepung rumah di bagian barat Kota Wichita tersebut.

"Kemudian seorang pria keluar dari rumah itu dan berdiri di teras," ujar Livingsotn dalam konferensi pers, Jumat (29/12).

"Petugas beberapa kali memintanya angkat tangan dan bergerak mendekat pelan-pelan," lanjut Troy.

Tiba-tiba salah satu polisi melepas tembakan yang akhirnya membunuh Andrew. Livingston berkilah, petugas itu mengira Andrew hendak menembakkan pistol ketika dia mengangkat tangannya dengan cepat.

Petugas pun kaget bukan main ketika mereka masuk ke dalam rumah Andrew beberapa menit kemudian. Tidak ada orang yang dibunuh atau pun sandera di dalam.

"Ini insiden tragis. Keisengan tidak bertanggung jawab yang membahayakan jiwa orang lain. Ini adalah mimpi buruk bagi semua pihak yang terlibat," pungkas Livingston yang berjanji akan terus mencari sang penelepon iseng.

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Andrew adalah seorang ayah dengan dua orang anak. "Penelepon itu telah mengambil keponakanku. Ayah dua anak. Bagaimana rasanya jadi pembunuh? Saya tak mengira orang bisa dengan sengaja melakukan hal seperti ini," ujar Lorrie Hernandez-Caballero, bibi korban. (reuters/dil/jpnn/end)

Berita Terkait

Tragis ! Bapak Dua Anak Tewas Dibedil Polisi Gara - Gara Hoaks
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  8 jam

Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Peristiwa  6 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  10 jam

Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Metropolis  4 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber