Berita Terbaru :
Bupati Suprawoto Sapa Pasien Covid-19 Yang Sembuh
Tragis, 2 Remaja Bojonegoro Tenggelam Saat Mandi di Sungai
Polisi Bubarkan Aktifitas Pasar Sapi Jember
Diterjang Puting Beliung Puluhan Rumah Rusak Parah
Komunitas Yutuber Mojokerto Berikan Kado dan Dukungan Untuk Tim Medis
Pasien Dalam Pengawasan Covid 19 Asal Jombang Meninggal Dunia
Syarat Pasien Sembuh Covid-19, Pelayanan Medis Harus Bagus
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Donor Darah?
Penelitian IPB dan UI tentang Antivirus Corona, Semoga Bermanfaat
   

Juragan Sambal Khas Surabaya ini telah Tembus Pasar Ekspor
Sosok  Sabtu, 27-01-2018 | 00:48 wib
Reporter : Selvy Wang.
Surabaya pojokpitu.com, Meski usianya tak muda lagi, hal tersebut tidak menyurutkan Susilaningsih untuk memulai usaha. Berawal dari hobi memasak yang kemudian mampu berkembang menjadi bisnis beromzet ratusan juta rupiah berupa produk sambal khas Surabaya.

Harga dibandrol mulai Rp 25 hingga Rp 30 ribu. Sambel DD 1 ini dipasarkan di retail modern dan toko online. Konsumennya tak hanya dari Surabaya saja, juga berasal dari luar jawa dan bahkan telah diekspor ke Amerika Serikat, di kota New York dan Virginia.

Bermula saat memasuki masa pensiun sebagai pegawai negeri, ditahun 2011, Susilaningsih mengembangkan hobi memasaknya menjadi bisnis. Dengan bermodal Rp 50 ribu untuk membeli 1 kilogram, cabai dan bahan-bahan lain, ia memulai usahanya. Mulanya produk yang diberi nama DD 1 menyesuaikan alamat rumahnya ini dijual ke teman, saudara atau kerabat.
 
Karena ingin produknya leih dikenal, ia mencoba untuk memasukan ke supermarket. Namun ditolak karena tidak memiliki ijin edar. Dari situ ia bertekad untuk mengurus ijin edar di dinas-dinas terkait, selain itu ia rajin mengikuti seminar usaha, pameran dan bergabung dengan komunitas ukm dibawah arahan pemerintah sehingga perlahan produknya mulai dikenal .
 
Semakin meningkatnya permintaan dirinya mulai kuwalahan, karena itu ia membeli mesin produksi untuk menjaga kualitas produk agar tetap sama. Tak heran, dari 1 varian produknya hanya sambel surabaya kini berkembang menjadi banyak seperti sambel ikan teri, sambel sereh, sambel ikan klotok, sambel ikan roa, dan bahkan ia memproduksi bumbu jadi masakan yakni bumbu rawon dan soto.
 
Untuk menjaga kualitas dan standar, Susilaningsih telah memiliki sertifikat SNI dan ISO agar produknya dapat diekspor. Bahkan dari ruangan produksi ia telah menerapkan standar internasional.
 
Kini setelah hampir 7 tahun berjalan, Susilaningsih mulai merasakan buah manisnya, produksinya meningkat dari 1 kilogram menjadi 50 kilogram cabe dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah per bulannya, dan ia kini mampu memperkerjakan 10 orang karyawan. (pul)

Berita Terkait

Liburan Oleh-Oleh Sambal Khas Surabaya Laris

Juragan Sambal Khas Surabaya ini telah Tembus Pasar Ekspor

Bertahan dari Mahalnya Harga Cabai, Ini Cara Warga Ponorogo

Nasi Sambal Bunga Kecombrang, Masakan Herbal untuk Kesehatan
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  3 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  8 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  15 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  14 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber