Berita Terbaru :
Sekolah Siap Jalani Tatanan Baru New Normal
Dishub Tuban Ciptakan Garis Jaga Jarak Mirip di Moto GP
Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
   

Kuliner Pekalongan Pindang Tetel
Icip - Icip  Jum'at, 08-05-2015 | 11:05 wib
Reporter : Pulung Aji
Pekalongan pojokpitu.com, Mampir ke pekalongan rasanya kurang lengkap kalau hanya membeli baju batik saja. Alangkah tepat dan cocok kalau mencicipi makanan khas Pekalongan,yaitu Pindang Tetel.

Pindang Tetel adalah sayur berkuah berisi tetelan daging sapi dan irisan daun bawang, dengan bumbu pindang, yaitu rempah-rempah bercampur kluwak. Sepintas pindang tetel hampir merupai rawon masakan khas Jawa Timur. Tapi sebenarnya berbeda karena pindang tetel menggunakan daging murni dicampur jeroan, dengan kuah lebih segar. Selain kluwak, bumbu pindang tetel juga terdiri dari ketumbar, merica,garam, terasi, kecap, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Untuk menghilangkan bau amis daging, bumbu tersebut dihaluskan bersama lengkuas, salam, dan sereh. Dibandingkan rawon,  kuah pindang tetel juga lebih berlemak.

Dalam penyajiannya, pindang tetel biasanya dilengkapi dengan krupuk pasir berwarna pink dan putih, yang biasa dikenal masyarakat Pekalongan dengan sebutan krupuk usek. Selain itu, bisa juga ditambahi dengan lontong atau nasi. Krupuk usek diremas dan dimasukkan ke dalam mangkok, kemudian disiram dengan kuah pindang tetel, lengkap dengan daging tetelannya. Bisa juga, ditambahkan dengan sambal bagi anda penikmat makanan pedas. Selain penyajian dengan mangkok, terkadang penjual juga menyajikannya dengan menggunakan daun pisang, yang dilipat dan ditusuk dengan potongan lidi pada bagian kanan kirinya. Penyajian menggunakan daun pisang ini disebut pincuk. Bagi sebagian orang, makan dengan wadah menggunakan daun pisang akan memberikan sensasi tersendiri dalam menikmati makanannya.

Pindang tetel digemari masyarakat berbagai kalangan karena selain rasanya lezat harganya pun terjangkau, satu porsi pindang tetel harganya Rp 5.000. Jika ditambah potongan lontong, pembeli cukup merogoh kocek Rp 6.000. (pul)



Berita Terkait

Pindang Iga Ini Lebih Lezat Saat Dimasak Asrilia

Kuliner Pekalongan Pindang Tetel
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  12 jam

Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Mlaku - Mlaku  6 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  10 jam

Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Pendidikan  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber