Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Budaya Jawa diminati pelajar luar negeri. Seperti Arunocha Auttamawiriya dalang cilik perempuan asal Thailand ini. Foto Rosi
Pelajar Thailand Belajar Jadi Dalang Wayang Kulit Jawa
Kamis, 15-03-2018 | 12:12 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Berita Video : Pelajar Thailand Belajar Jadi Dalang Wayang Kulit Jawa
Surabaya pojokpitu.com, Pagelaran wayang dengan dalang cilik, sudah sering kita lihat. Tapi bagaimana bila wayang dimainkan seorang dalang cilik perempuan asal Thailand.

Tentu saja aksi Arunocha Auttamawiriya, pelajar asal Thailand saat tampil di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya menarik perhatian penonton. Dengan bahasa Thai, pelajar asal Pluakdaeng Pittayakom School Rayong Thailand ini,  membawakan lakon Pandadaran Putra Siswa Sukalima . Lakon ini diambil sebagai bentuk kampanye stop bullying.

Arunocha tidak sendirian. Dia ditemani 4 temannya juga asal Pluakdaeng Pittayakom School Rayong Thailand. Empat temannya mengiringi dengan memainkan alat musik tradisional gamelan dan gendang. Juga ikut dalam kolaborasi itu pelajar SMP muhammadiyah 5.

Arunocha Auttamawiriya mengaku, awalnya tidak mengetahui wayang. Karena bahan baku wayang berbeda dari wayang di Thailand. Perbedaan selanjutnya juga terletak pada alat music dan cara berceritanya. Karena di Thailand dalam pertunjukan wayang menggunakan 2 dalang.

Kolaborasi ini untuk mengenalkan budaya tradisional khas Jawa kepada pelajar asing. Juga dalam rangka edukasi budaya lintas negara, terutama di wilayah asia tenggara. Menurut Encik Hendarso Guru Seni SMPN 5 Surabaya, diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan sikap tenggang rasa untuk mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. (pul)

Berita Terkait


Pelajar Thailand Belajar Jadi Dalang Wayang Kulit Jawa


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber