Berita Terbaru :
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
Tambang Batu Kapur Runtuh, Alat Tambang Rusak Tertimbun
Optimalkan Laboratorium, Surabaya Tak Perlu Mobil Tes PCR
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
   

Bank Indonesia : Kasus Skimming di Bank Mandiri Masih Diinvestigasi
Metropolis  Senin, 19-03-2018 | 19:53 wib
Reporter : Selvy Wang
Yudi Harymukti, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur
Surabaya pojokpitu.com, Bank Indonesia memastikan kejadian skimming yang kembali terjadi di Surabaya ini masih dalam proses investigasi Bank Mandiri. Proses pemblokiran ATM yang dilakukan bank adalah langkah tepat untuk menghindari terjadinya transaksi mencurigakan. Selain itu, Bank Indonesia juga telah meminta perbankan untuk meningkatkan keamanan sistem mesin ATM dan meminta masyarakat lebih waspada.

Setelah terjadi di Kediri beberapa waktu lalu, kasus kejahatan perbankan skimming kembali terjadi di Surabaya. Kali ini menimpa nasabah Bank Mandiri Cabang Graha Pena Surabaya . Bank Indonesia menjelaskan, kejadian ini masih dalam proses investigasi dan ditelusuri oleh pihak Bank Mandiri. Sedangkan untuk pemblokiran ATM yang dilakukan Bank Mandiri merupakan langkah proteksi bank yang harus dilakukan, jika diduga terjadi transaksi mencurigakan.
 
Menurut Yudi Harymukti, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, setelah kejadian di Kediri, pihaknya telah menginstruksikan pada perbankan untuk segera meningkatkan pengamanan, termasuk pemeriksaan ATM cabang.

Sementara menanggapi lemahnya sistem keamanan mesin ATM , Yudi menjelaskan bahwa IT selalu berkembang dan mempunyai celah yang dapat dimanfaatkan oknum, karena itu dibutuhkan pengawasan rutin dari pihak bank .
 
Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak perlu panik, serta menjaga kerahasiaan pin dan rutin mengganti pin. Selain itu, menjaga kerahasiaan data seperti pin, nomer kartu , nomer CCV atau nama ibu kandung, serta menggunakan mobile banking dalam bertransaksi, karena aman dan praktis.(end)
 




Berita Terkait

Sindikat Kejahatan Skimming Akhirnya Dibekuk Polisi

Antisipasi Kejahatan Skimming Polres Malang Gelar Patroli Atm

Antisipasi Skimming, Polisi Sidoarjo Rajin Periksa Mesin ATM

Bank Mandiri Telah Kembalikan Uang Korban Skimming
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  6 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  15 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  12 jam

Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Metropolis  4 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber