Berita Terbaru :
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
   

Sengketa Tanah Dengan Perusahaan Semen, Puluhan Warga Desa Gaji Arak Tumpeng
Pantura  Kamis, 12-07-2018 | 15:12 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Dengan membawa 5 tumpeng, puluhan warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melakukan aksi simbolik di depan gedung DPRD dan kantor Badan Pertanahan Tuban. Foto: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Dengan membawa 5 tumpeng, puluhan warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melakukan aksi simbolik di depan gedung DPRD dan kantor Badan Pertanahan Tuban.

Tujuannya, untuk mendoakan pejabat yang masih hidup, supaya peduli dengan tuntutan mereka atas kasus sengketa tanah dengan salah satu perusahaan semen.

Sesampainya di gedung DPRD Tuban, warga secara bergantian berorasi menyuarakan tuntutan mereka. Dalam orasinya, warga mengungkapkan bahwa mereka tak pernah menjual lahannya ke perusahaan.

Kordinator aksi, Abu Nasir, menjelaskan, bahkan, warga baru mengetahui adanya proses jual beli lahan saat akan menyertifikatkan lahanya, di kantor Badan Pertanahan Nasional Tuban pada tahun 2003. Karena merasa dirugikan, warga akhirnya memproses kasus tersebut ke jalur hukum sampai ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Belum adanya keputusan dari PTUN, mendorong warga Gaji melakukan aksi mengarak tumpeng di depan kantor DPRD dan BPN Tuban sebagai bagian dari kearifan lokal.,dengan harapan kasus sengketa ini bisa segera terselesaikan," jelas Abu Nasir.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional Cabang Tuban, Ganang Anindito, mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum dapat memproses kebenaran dokumen kepemilikan tanah antara warga dan PT. Semen Gresik. "Hal tersebut baru dapat dilakukan setelah keluar putusan dari PTUN," jelas Ganang Anindhito.

Apabila kasus tersebut tidak ada titik terang, warga Gaji mengancam akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar. Dengan menyorot persoalan lingkungan, dan dampak dari keberadaan corporate semen BUMMN tersebut. (yos)

Berita Terkait

Warga Tolak Penggusuran Oleh Pihak Kebun PT.Glen Nevis

Warga Keluhkan Sebanyak 13 Meteran Listrik Dipasang Secara Liar

Diduga Rekomendasi Partai Tidak Jelas, Warga Tuntut Bakal Calon Bupati Mundur Pencalonan

Kelompok Masyarakat Deklarasi Tolak KAMI di Surabaya
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  10 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  13 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  4 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  11 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber