Berita Terbaru :
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
   

Ratusan Warga Demo Pengadilan, Kawal Sidang Sengketa Tanah
Mataraman  Rabu, 18-07-2018 | 16:05 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Mantan Kepala Desa,Suwito, sebagai tergugat mengaku, tanah yang menjadi sengekta hingga berujung ke persidangan, merupakan tanah dan saluran air milik desa, yang kemudian klaim oleh tergugat sebagai miliknya. Foto: Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Ratusan warga dari Desa Loceret Kecamatan Loceret Nganjuk, melakukan aksi demo di depan kantor Pengadilan Negeri Nganjuk. Masa dari kelompok tani ini, berunjuk rasa dan mengawal jalanya persidangan atas kasus sengekta tanah agar berjalan adil.

Usai melakukan aksi demo dan orasi didepan kantor pengadilan, massa masuk ke halaman pengadilan untuk melakukan doa bersama.

Mantan Kepala Desa,Suwito, sebagai tergugat mengaku, tanah yang menjadi sengekta hingga berujung ke persidangan, merupakan tanah dan saluran air milik desa, yang kemudian klaim oleh tergugat sebagai miliknya.

"Padahal tanah dan saluran itu jelas milik warga secara umum dan milik desa, yang kemudian di jadikan akses jalan menuju ke area pertanian, untuk kepentingan warga petani," jelas Suwito.

Sehingga Muhajir sebagai penggugat, tidak benar kalau tanah tersebut di klaim sebagai tanah miliknya.

Sementara menurut kuasa hukum tergugat, Prapto Suharjo, kepemilikan tanah milik Muhajir, merupakan sah dan kuat secara hukum. Karena penggugat memiliki bukti jual beli tanah yang di tandatangani oleh kepala desa sebelum Suwito menjabat.

"Adanya upaya penyerobotan tanah milik klien saya yang dipakai untuk kepentingan desa, tanpa persetujuan. kita meminta agar dalam putusan sidang nanti, tanah dikembalikan lagi kepada pemiik yang sah," jelas Prapto Suharjo.

Usai melakukan istighosah, massa juga mengikuti proses persidangan dengan agenda, mengahdirkan saksi ahli dari badan pertanahan negara.

Massa mengancam akan terus melakukan aksi demo demi penegakan keadilan, hingga sidang putusan nanti. (yos)

Berita Terkait

Warga Tolak Penggusuran Oleh Pihak Kebun PT.Glen Nevis

Warga Keluhkan Sebanyak 13 Meteran Listrik Dipasang Secara Liar

Diduga Rekomendasi Partai Tidak Jelas, Warga Tuntut Bakal Calon Bupati Mundur Pencalonan

Kelompok Masyarakat Deklarasi Tolak KAMI di Surabaya
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  10 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  12 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  4 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  11 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber