Berita Terbaru :
Awal Musim Penghujan, Fokus Kerawanan Bencana Angin Puting Beliung dan Banjir
Kreasi Pandemi Bonsai Kelapa Media Air
Pameran Hasil Karya SMA Double Track
Bupati Lumajang Konsolidasi Pemenangan Pasangan Ladub
Usaha Ditengah Pandemi, Pengerajin Aquarium Mini Unik Tembus Pasar Internasional
Libur Panjang, Banyak Pengunjung Berwisata ke Sumber Air Growgoland
Hendak Mencuri Motor Residivis Keok Ditangan Polisi
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
   

Kerajinan Kiso Daun Lontar Makin Diminati Pasar
Pantura  Minggu, 02-09-2018 | 21:18 wib
Reporter : Ahmad Zainuri, Harry Saktiono
harga jualnya berkisar Rp 1.500per biji. Foto: Ahmad Zainuri
Lamongan pojokpitu.com, Di tengah era modern kerajinan kiso dari daun lontar di Kabupaten Lamongan, masih bertahan. Kerajinan kiso yang merupakan tas ayam aduan itu, tetap banyak peminat meski banyak saingan produksi pabrik.

Disejumlah rumah warga Dusun Sidowayah, Desa Lawangan Agung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan inilah, kiso daun lontar diproduksi.

Para pengrajin kiso ini adalah pewaris turun temurun, namun membuat kiso menjadi pekerjaan sampingan, dikala lahan pertanian warga tidak lagi bisa ditanami pada musim kemarau seperti saat ini.

Entah sudah generasi keberapa saat ini mereka mewarisinya. Bahkan, generasi penerusnya ini juga tidak tahu pasti, sejak kapan kerajinan kiso ada.

Sebagai daerah pegunungan kapur, bahan baku utama berupa daun lontar banyak ditemui di ladang mereka, sehingga pengrajin tidak perlu membeli bahan baku. Dalam sehari, pengrajin bisa menuntaskan 30 kiso, sedangkan harga jualnya berkisar Rp 1.500per biji.

Pengrajin Kiso, Rusianti, menjelaskan, selama ini kerajinan kiso daun lontar banyak diminati pasar. Pemasaran kerajinan kiso atau tas ayam aduan yang tak kalah dengan produksi pabrik ini, merambah pasar Bali, Surabaya dan Malang.

"Selain harganya murah, kwalitas dan bentuknya yang tradisonal menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli," jelas Rusianti.

Meskipun penghasilan dari kerajinan kiso ini terhitung sangat kecil, namun pengrajin tetap bertahan di era modern sebagai sumber pendapatan lain selain bercocok tanam. (yos)




Berita Terkait

Pemkab Wadahi 16 Sektor Bidang Kreatif di Bojonegoro

Pendiri Dusdukduk Bagi Kiat Sukses Industri Kreatif Kepada Anak Muda Surabaya

Kerajinan Kiso Daun Lontar Makin Diminati Pasar

Nanas Sortiran Dimanfaatkan Menjadi Minuman Berekonomis Tinggi
Berita Terpopuler
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Peristiwa  8 jam

Hendak Mencuri Motor Residivis Keok Ditangan Polisi
Peristiwa  7 jam

Libur Panjang, Banyak Pengunjung Berwisata ke Sumber Air Growgoland
Mlaku - Mlaku  6 jam

Pameran Hasil Karya SMA Double Track
Pendidikan  3 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber