Berita Terbaru :
Tidak Kuat Menanjak, Truk Sarat Muatan Menutup Badan Jalan
Dinas PUPR Dapat Suntikan DID Lagi Rp 9,2 Miliar
KPU Jatim Hanya Tetapkan 40 Pasangan Calon
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
   

Dipicu Sengketa Tanah, Seorang Warga Ponorogo Aniaya Tetangga Hingga Tewas
Peristiwa  Jum'at, 14-09-2018 | 15:16 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Berita Video : Dipicu Sengketa Tanah, Seorang Warga Ponorogo Aniaya Tetangga Hingga Tewas
Ponorogo pojokpitu.com, Kesal karena tanah saudaranya dibeli oleh tetangganya sendiri, seorang warga di Ponorogo nekat membunuh tetangganya sendiri menggunakan batu berukuran besar. Korban tewas di lokasi kejadian.

Miseran (46) warga Desa Josari, Kecamatan Jetis, Ponorogo, langsung diamankan petugas kepolisian Mapolsek Jetis, setelah melakukan aksi penganiayaan hingga mengakibatkan Lasemi, nenek berusia 75 tahun tewas di lokasi dengan kondisi kepala remuk, akibat dihantam menggunakan batu berukuran besar.
 
Di hadapan polisi, bapak satu anak ini memang menyimpan dendam kepada korban yang tak lain tetangganya sendiri, karena tanah milik saudaranya, Suparlan dibeli oleh korban sekitar 15 tahun silam. Sementara pelaku merasa tanah itu masih menjadi hak milik Suparlan dan belum berpindah tangan.
 
Aksi kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap korban tidak sekali ini saja, namun sudah sering dilakukan, termasuk merusak rumah milik korban. Namun semua permasalahan hanya selesai di kantor desa dan tidak dilaporkan ke polisi.
 
Kekesalan pelaku terhadap korban memuncak hari Kamis sore. Saat itu pelaku yang melihat korban hendak menjalankan ibadah sholat di mushola langsung mengambil batu berukuran besar dan memukulkan batu ke kepala korban. Bahkan pelaku memukul kepala korban hingga dua kali.
 
Upaya warga untuk menyelamatkan korban tak membuahkan hasil, karena pendarahan di bagian kepala korban.
 
"Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan pasal 351 ayat 3, tentang penganiayaan, hingga mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," kata AKP Suwito, Kapolsek Jetis.

Sementara setelah disemayamkan jazad korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.(end)

Berita Terkait

Ibu Tega Hajar Anak, Gara-Gara Susah Diajari Matematika

Direktur Pascasarjana UINSA Dipanggil Polisi Sebagai Saksi Kasus Dosen Aniaya Dosen

Alasan Sakit Hati, Pegawai Nekat Tusuk Bos Hingga 5 Tusukan

Cemburu Istri Berboncengan Dengan Pria Lain, Pelaku Hadang Korban dan Lakukan Penganiayaan
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  13 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  15 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  6 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  14 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber