Berita Terbaru :
Relawan Berikan Bantuan Face Shield Kepada Rumah Sakit
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Kabupaten Trenggalek Umumkan Pasien Pertama Positif Corona
Tim Medis Minim APD, Awak Media Salurkan 100 Unit Baju Hazmat
Kondisi Dua Warga Bapak Anak Positif Corona Terus Membaik
Wabah Corona, Pengusaha Konveksi Produksi Masker Handmade Dengan Motif Kekinian
Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Curi Motor
Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
   

Dampak kemarau dan Banyaknya Hama Ulat Membuat Jeruk Pamelo Gagal Panen
Mataraman  Sabtu, 15-09-2018 | 23:10 wib
Reporter : M. Ramzi
Seperti Kecamatan Bendo dan Sukomoro Magetan, yang mengalami kekeringan. Foto: M. Ramzi
Berita Video : Dampak kemarau dan Banyaknya Hama Ulat Membuat Jeruk Pamelo Gagal Panen
Magetan pojokpitu.com, Dampak musim kemarau dirasakan oleh para petani jeruk pamelo di Magetan, tanaman mengering sehingga tidak bisa menghasilkan buah. Hal tersebut diperparah lagi, dengan banyaknya hama ulat yang menyerang buah khas Magetan tersebut.

Tamanan mengering, daun-daunnya rontok, sehingga tidak bisa menghasilkan buah jeruk secara maksimal. Ada ratusan hektar tanaman jeruk pamelo, yang tersebar di beberapa kecamatan di Magetan.

Seperti Kecamatan Bendo dan Sukomoro Magetan, yang mengalami kekeringan. Bahkan tanaman jeruk yang masih berumur di bawah 2 tahun, mati akibat kekurangan air.

Salah satu petani jeruk pamelo asal duwet bendo, Kasno, mengatakan, mengeringnya tanaman jeruk pamelo, sudah terjadi sejak 4 bulan terahir ini.

"Tidak adanya sumur bor atau sumber mata air lainnya, membuat petani tidak bisa berbuat banyak, selain membiarkan tanamnnya mengering," kata Kasno.

Tidak hanya kekurangan air, petani juga mengeluhkan banyaknya buah jeruk yang diserang hama lalat buah. Serangan lalat buah, membuat jeruk menjadi busuk dan berjatuhan ke tanah.

"Akibat kekeringan dan serangan hama ulat, petani tak bisa menikmati hasil panen, justru petani rugi hingga puluhan juta rupiah," imbuh Kasno.

Biasanya untuk setiap satu kilogram jeruk pamelo dijual sekitar Rp 7 ribu perkilonya. Selain dijual di lokal Magetan, buah jeruk berukuran besar tersebut juga dikirim ke luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Bali. (yos)

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Berita Terpopuler
Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  5 jam

Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  7 jam

SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Pendidikan  7 jam

Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber