Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Dalam satu musim tanam, mereka bisa mendapatkan??uang belasan juta rupiah. Foto: Herpin Pranoto
Dampak Kemarau, Biaya Irigasi Petani Padi Meningkat
Rabu, 19-09-2018 | 03:15 wib
Oleh : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Musim kemarau membuat para petani tanaman padi di Kabupaten Ngawi, harus cerdas dalam manajemen usaha tani. Pasalnya, biaya pengairan meningkat hingga mencapai 40 persen dari total biaya tanam.

Saat panen raya biaya irigasi mengurangi keuntungannya, sebaliknya kemarau mebawa berkah tersendiri bagi pengelola sumur irigasi, karena pendapatannya ikut meningkat. Dalam satu musim tanam, mereka bisa mendapatkan  uang belasan juta rupiah.

Areal pertanian di Desa Watualang Kota Ngawi, saat musim kemarau terlihat hijaunya tanaman padi. Para petani harus berpikir keras, terkait pengelolaan usaha tani, khususnya kebutuhan irigasi.

Setiap 5 hari sekali, para petani  harus membeli air untuk mengairi sawahnya dari sumur dalam bantuan pemerintah pusat, yang di kelola oleh kelompok tani setempat.

Salah satu petani, Sadirin, menjelaskan, biaya irigasi cukup menguras dompet dengan tarif sekitar Rp 70 ribu per jam. Jika terlambat mengairi sawah, tanaman padinya beresiko tumbuh tak normal dan bahkan bisa  mati.

"Hingga menjelang panen tiba, sudah Rp 2 juta lebih biaya pengairan yang dikeluarkan, belum termasuk upah pekerja dan kebutuhan pupuk. Meningkatnya biaya irigasi, berdampak pada menipisnya keuntungan hasil panen," jelas Sadirin.

Pengelola sumur dangkal, Sukamto mengatakan, kemarau membawa berkah baginya, dalam dan sumur dangkal karena pendapatannya meningkat, untuk sumur pompa dalam pendapatan digunakan untuk biaya operasional dan biaya perbaikan.

"Pendapatan dikelola sendiri, dalam satu musim tanam saat kemarau kita bisa memperoleh uang belasan juta rupiah," ujar Sukamto.

Meskipun keuntungan dari hasil panen padinya tak sebanding dengan musim penghujan, para petani setempat tetap bersyukur. Pasalnya, saat musim kemarau resiko serangan hama dan penyakit, relatif berkurang.

Selain itu para petani setempat juga beruntung, karena kekeringan hanya terjadi di sebagian areal persawahan saja. (yos)

Berita Terkait


Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun


Dampak Kemarau, Biaya Irigasi Petani Padi Meningkat

Dampak kemarau dan Banyaknya Hama Ulat Membuat Jeruk Pamelo Gagal Panen

Hati-Hati Dampak Kemarau Panjang Bagi Kesehatan

Badai El Nino Mengancam, Para Menteri Rapat Dampak Kemarau
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber