Berita Terbaru :
Dinas PUPR Dapat Suntikan DID Lagi Rp 9,2 Miliar
KPU Jatim Hanya Tetapkan 40 Pasangan Calon
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
   

Sidang Sengketa Tanah di Pintu Masuk Bandara Harun Thohir Mulai Disidangkan
Hukum  Selasa, 11-12-2018 | 17:32 wib
Reporter :
Gresik pojokpitu.com, Sidang kasus sengketa tanah di pintu masuk Bandara Harun Thohir, Bawean, terungkap di Pengadilan Negeri Gresik, bahwa ada pemalsuan tanda tangan, yang dilakukan oleh seorang pengusaha untuk menguasai tanah warga yang telah ditempati puluhan tahun.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Gresik, diantara tiga  saksi yang didatangkan oleh pengacara warga atau penggugat, terungkap bahwa pada tahun 2008 yang lalu, salah seorang saksi pernah diajak oleh Haji Muris, warga Desa Daun, Sangkapura, untuk menguruskan sertifikat tanah warga, yang ada di depan pintu masuk Bandara Udara Harun Thohir.

Tapi beberapa tahun kemudian, ternyata warga tidak mendapatkan sertifikat, tapi malah mendapatkan surat pemberitahuan supaya lahan dua hektar serta bangunan di atasnya dikosongkan, karena tanah tersebut diakui milik Haji Muris.

Eksekusi dari pengadilan dilakukan pada pertengahan tahun 2018, sehingga warga mengugat kembali ke Pengadilan Negeri Gresik, supaya lahannya dikembalikan. Karena tergugat, selama ini menggunakan surat palsu dan tanda tangan palsu, sebagaimana terungkap dalam persidangan, yang dipimpin oleh Agung Ciptoadi.

Saksi mengaku kalau tidak pernah menjual tanah kepada tergugat, karena memang tak pernah memiliki tanah di depan pintu masuk Bandara Harun Thohir.(end)

Berita Terkait

Hakim Pengadilan Tinggi Menangkan Nenek 75 Tahun Atas Gugatan Tanah

Tergugat BPN dan Pemkab Sampang Tak Hadiri Sidang Sengketa Tanah Di PTUN

Bupati Datangi Lokasi Pembongkaran Pagar Yang Halangi Rumah Warga

Rebutan Tanah, Warga Demo Beri Dukungan Mistun
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  12 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  14 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  5 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  13 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber