Berita Terbaru :
Salama Lebaran, Pelanggar PSBB Meningkat
Polisi Perketat Akses Masuk Perumahan Surabaya
Pengedar Sabu Jaringan Lapas Dibekuk Polisi
Balon Udara Ditemukan Jatuh di Atas Rumah Warga Magetan
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Kembali Sampai 9 Juni 2020
Pakar Komunikasi Unair Menilai PSBB Kurang Efektif
Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Kabar Gembira, 17 Dari 77 Pasien Corona di Kabupaten Probolinggo Sembuh
Ibu Ini Ngamuk Ngamuk Jalannya Diportal, Begini Ceritanya
Data Terbaru Kasus Covid 19 Masih Ada Tambahan 479 Orang
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
   

Ada Hoaks Berita Kesehatan, Begini Cara Menyikapinya
Kesehatan  Minggu, 20-01-2019 | 04:20 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Hoaks alias berita yang berisi kebohongan sering kali dikemas dengan baik dan menarik, kadang dilengkapi foto, sehingga tampak meyakinkan. Hoaks tak hanya soal politik yang kerap dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan, tapi juga termasuk di bidang kesehatan. Jika tidak waspada dan tidak melakukan verifikasi, Anda akan mudah disesatkan oleh berita palsu tersebut.

Kerugian hoaks seputar kesehatan

Hoaks di bidang kesehatan tentu saja bisa menimbulkan kerugian. Misalnya mendorong Anda untuk membeli produk tertentu yang tak jelas produsennya, yang konsumsinya bisa menimbulkan efek samping. Atau misalnya berita mengenai selang cuci darah yang dipakai puluhan orang yang bisa menakut-nakuti orang, termasuk fitnah bagi siapa pun yang namanya disebut jika berita tersebut tidak benar.
Hoaks sering kali menimbulkan kerugian serius, seperti keterlambatan diagnosis dan penanganan suatu penyakit. Konsumsi produk yang beredar lewat hoaks, yang kandungannya tidak jelas, berpotensi membuat kerja obat yang Anda minum menjadi tidak efektif karena tidak diketahui interaksi antara keduanya. Contoh lainnya, ada pula hoaks seputar vaksin anak, yang pada akhirnya mengakibatkan banyak orang yang tak ingin anaknya divaksin. Ini dapat memunculkan wabah penyakit tertentu yang seharusnya tak terjadi jika anak mendapatkan vaksin tersebut.

Cara mengenali berita bohong

Mengenai penyebaran hoaks, jangan sampai mudah tertipu! Hoaks seputar kesehatan sering kali bertujuan untuk menjual produk tertentu, yang sebetulnya tak memiliki manfaat. Anda perlu waspada jika terdapat suatu produk yang punya klaim bermanfaat untuk mengatasi berbagai kondisi, mulai masalah di ujung kepala hingga ujung kaki. Kemungkinan produk tersebut hanya bohong belaka.

Selain itu, waspada juga jika terdapat kata-kata marketing tertentu. Contohnya "terobosan terbaru", "kesembuhan secara ajaib", "hasil instan", "formula spesial atau rahasia", dan sebagainya. Jargon-jargon tersebut memang sangat menarik perhatian, tapi sering kali disertakan pada hoaks agar pembacanya percaya. Kata-kata tersebut kerap dipakai untuk menjanjikan hasil untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang tidak terdapat obatnya.

Selanjutnya, produk yang memasarkan hasil pasti tanpa usaha perlu dicurigai. Sebagai contoh, ada jamu atau jus pelangsing yang mengklaim bisa bikin berat badan turun tanpa diet dan berolahraga. Perlu diingat, untuk menurunkan berat badan secara sehat, diperlukan usaha dan disiplin, bukan hanya mengonsumsinya lalu duduk bermalas-malasan. Anda perlu berhati-hati terhadap produk-produk seperti ini.

Cara lainnya yang paling penting adalah dengan memastikan sumber berita. Jangan langsung percaya berita yang Anda dapat dari unggahan di Facebook, atau kiriman lewat WhatsApp. Jika datangnya berita bukan dari portal berita nasional, internasional, atau situs web yang spesialisasinya adalah kesehatan, Anda harus skeptis.

Jika Anda ragu dengan kebenaran berita kesehatan yang Anda baca, pastikan dengan mengecek siapa nama tenaga ahli yang namanya tertera di berita, seperti dokter. Ini dapat membantu Anda mengonfirmasi apakah berita tersebut bohong atau sesuai dengan fakta medis atau keilmuan terkini.

Hal ini juga berlaku jika Anda ingin mengonsumsi produk tertentu sembari menjalani pengobatan. Pastikan dahulu dengan dokter Anda apakah produk tersebut aman dikonsumsi berbarengan dengan obat yang anda minum atau tidak. Sebaiknya jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda.

Hal yang tak kalah penting dalam menyikapi hoaks, jangan turut menyebarkan berita seputar kesehatan yang tak jelas kebenarannya. Jika ini dilakukan, apalagi tanpa melakukan pengecekan, tanpa Anda sadari Anda turut berkontribusi dalam menyebarluaskan hoaks dan berpotensi memperdaya orang lain. Dengan berusaha tetap waspada, Anda dapat mengindari berita palsu yang dapat menyesatkan, sehingga Anda turut mengedukasi diri dan orang-orang di lingkungan sekitar.(RN/RVS/klikdokter/jpnn/yos)




Berita Terkait

Sebar Berita Hoax, Seorang Warga Tertangkap Polisi

Sebar Hoax Corona Lewat Medsos, 2 Netizen Dipanggil Polres Trenggalek

Pemerintah Lumajang Sebut Isu Pasar Tutup Hoax

Polres Bondowoso Bentuk Cyber Troops, Antisipasi Penyebaran Isu Hoax Covid-19
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  9 jam

Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Peristiwa  7 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  11 jam

Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Metropolis  4 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber