Berita Terbaru :
Polisi Bubarkan Aktifitas Pasar Sapi Jember
Diterjang Puting Beliung Puluhan Rumah Rusak Parah
Komunitas Yutuber Mojokerto Berikan Kado dan Dukungan Untuk Tim Medis
Pasien Dalam Pengawasan Covid 19 Asal Jombang Meninggal Dunia
Syarat Pasien Sembuh Covid-19, Pelayanan Medis Harus Bagus
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Donor Darah?
Penelitian IPB dan UI tentang Antivirus Corona, Semoga Bermanfaat
Sepak Terjang Kader Posyandu Perangi Covid-19
Pembatasan Aktivitas Sosial Akibatkan Rumah Pijat Tunanetra Terancam Gulung Tikar
   

Pensiunan ASN Sukses Raup Omset Ratusan Juta Berkat Sambal
Metropolis  Minggu, 24-03-2019 | 09:28 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Menjadi peniunan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak membuat Susilaningsih berdiam diri. Berkat sambal buatannya yang berhasil menembus pasar Amerika, iapun kini sukses meraup untung hingga ratusan juta rupiah.

Tak ingin berdiam diri dimasa tuanya setelah pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Susilaningsih mulai mencoba peruntungan baru dengan menyalurkan hobi memasaknya.

Bermodalkan uang Rp 50 ribu untuk membeli satu kilogram cabai, iapun mencoba meracik sambal buatannya. Sambal khas Surabaya, menjadi sambal pertama yang ia pasarkan.

Sempat ditolak oleh pasar karena tidak memiliki ijin edar, justru membuat susilaningsih semakin terpacu untuk mengembangkan usahanya.

Kini tak hanya menembus pasar lokal, sambal buatannya bahkan sukses menembus pasar internasional. Tak tanggung-tanggung, berkat sambal, iapun berhasil meraup omset ratusan juta perbulannya.

Keberhasilannya mengekspor sambal khas surabaya ke Amerika, menjadi tantangan tersendiri bagi wanita 64 tahun ini. Ketatnya pengawasan pangan di luar negeri membuat susi terus meningkatkan kualitas sambal buatannya. Termasuk membuat ruang produksi sambal yang steril dan sesuai standar, layaknya ruang operasi kesehatan.

Bermula dari satu jenis sambal, kini susilaningsih berhasil memasarkan kurang lebih 18 jenis sambal khas Indonesia. "Pada tahun 2019 inipun, sambal korek, berhasil menyusul sambal Surabaya untuk terbang ke Amerika dan Virginia," kata Susilaningsih.

Kini dengan dibantu 8 karyawan, dan ibu-ibu disekitar rumahnya di Jalan Tenggilis Timur VI Surabaya , Susilaningsih, bisa memproduksi hingga 150 kilogram sambal setiap harinya.

Segudang penghargaan pun berhasil diraihnya, seperti penghargaan iso tahun 2016, haccp di tahun 2017, smesco award kategori export oriented tahun 2018 dan segudang penghargaan lainnya.

Meski begitu hal tersebut tak membuat susilaningsih puas, ia tetap terus mencoba membesarkan usahanya sekaligus memperkenalkan sambal khas indonesia di kancah Internasional. (yos)







Berita Terkait

Iga Sapi Berbalut Sambal Ijo

Sambel Ndower Tembus Pasar Arab Saudi, Pembuatannya Berdayakan Para Janda

Sambel Pecel Legendaris ini Dibuat Dengan Cara Tradisonal

Pensiunan ASN Sukses Raup Omset Ratusan Juta Berkat Sambal
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  2 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  7 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  15 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber