Berita Terbaru :
Empat Pasien Reaktif Dijemput Jalani Isolasi
Hasil Rapidtest 815 Karyawan Pabrik Rokok Madiun Non Reaktif
Bupati Kunjungi 8 Orang Yang Dikarantina Karena Mudik
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
Tambang Batu Kapur Runtuh, Alat Tambang Rusak Tertimbun
Optimalkan Laboratorium, Surabaya Tak Perlu Mobil Tes PCR
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
   

Dengan Kondisi Lumpuh, Anisa Masih Bantu Keluarga Dengan Menganyam Tampah
Sosok  Selasa, 02-04-2019 | 14:26 wib
Reporter : Agung Prawoto
Pacitan pojokpitu.com, Keterbatasan tak membuat Anisa Larasati, penderita penyakit langka untuk berpangku tangan. Meskipun kedua kakinya tak lagi dapat digunakan, bocah berumur 14 tahun ini tetap aktif menuntut ilmu. Ia juga nekat membantu orang tuanya, dengan cara membuat tampah atau nampan tradisional berbahan bambu.

Dengan sabar, Anisa Larasati menunggui ibunya menganyam tampah. Kesulitan bergerak, menjadikan Anisa tak bisa menganyam nampan tradisional berbahan bambu itu, sedari awal. Usai tampah pola tampah setengah jadi terbentuk, kini tugas Anisa untuk meneruskan anyaman bambu dari ibunya.

Kegiatan ini selalu di lakoni bocah kelahiran 18 November 2005 itu setiap hari, Anisa sangat ingin bermain dengan teman sebayanya. Namun apa mau di kata, penyakit militis transversa atau lumpuh kayu, yang menderanya sejak usia 4 tahun, menjadikan Anisa tak bisa berjalan.

Bahkan separuh tubuhnya mati rasa, tetapi anisa tak mau putus harapan. Meksi memiliki keterbatasan, Anisa tetap nekad mengemban pendidikan. Warga Dusun Sono Desa Kalikuning itu, saat ini berstatus sebagai siswa kelas 6 sekolah dasar. Meskipun, dirinya hanya bisa belajar di rumah bersama sang ibu.

Menganyam bambu menjadi pilihan anisa untuk mengisi waktu sekaligus  membantu keluarga mencukupi kebutuhan hidup. "Dalam sehari, sata bisa memproduksi 2-5 keping nampan tradisional," kata Anisa Larasati.

Bukan perkara mudah menganyam bambu jadi alas tampah. Selain jumlah bambu yang banyak, keterbatasan gerak jadi penghalang anisa membantu sang ibu.

Sunarti, sang ibu, mengatakan, sempat dirawat rumah sakit selama 17 hari, namun kondisi Anisa tak kunjung membaik. Hingga aklhirnya pihak keluarga memilih membawanya pulang.

"Meski berobat dengan  BPJS, namun kondisi ekonomi membuat keluarga kesulitan membiayai transportasi dan biaya lainnya," kata Sunarti.

Disela pekerjaanya menganyam bambu, Anisa selalu menyempatkan tangan mungilya, untuk belajar mengerjakan soal. Ia tak mau menjadikan keterbasatan, sebagai alasan untuk menyerah begitu saja. (yos)

Berita Terkait

Hebat, Pria Lumpuh Ciptakan Kreasi Layak Jual

Buruh Tani Tak Mampu Rawat Kedua Anaknya yang Lumpuh

Heboh, Pria Lumpuh Sejak Lahir Menikahi Janda Cantik

Dengan Kondisi Lumpuh, Anisa Masih Bantu Keluarga Dengan Menganyam Tampah
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  7 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  16 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  14 jam

Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Politik  4 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber