Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Marhaban Ya Ramadhan 

Ngabuburit Dengan Permainan Perang Meriam Bambu
Minggu, 19-05-2019 | 01:10 wib
Oleh : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Beragam cara dilakukan umat Islam untuk mengisi waktu sambil menunggu berbuka puasa. Para remaja di Desa Tempuran KecamatanParon Kabupaten Ngawi, bermain perang meriam bambu di tengah sawah.

Sambil membawa meriam bambu kesayangannya, mereka bergegas ke tengah areal pertanian, mencari lokasi bermain. Lokasinyadipilih jauh dari perkampungan, supaya tidak mengganggu ketenangan warga.

Para remaja ini dibagi menjadi dua kelompok dan saling berhadapan, layaknya pasukan kavaleri zaman dulu. Satu meriam biasanya dioperasikan satu tim berisi 1 hingga 3 orang.

Mereka bergantian mengisi air, memasukkan karbit dan  memicu meriam bambu. Mereka bergembira, saat meriamnya mengeluarkan dentuman keras.

Dua kelompok remaja bergantian saling menembakkan meriam. Semakin sore, banyak anak yang berdatangan untuk menonton dan memberikan dukungan. Semakin keras suara yang keluar dari moncong meriam, maka akan semakin ramai sorak sorai penonton.

Permainan meriam bambu sudah menjadi tradisi warga setempat di bulan ramadan dan diwariskan secara turun temurun. Setelah bermain meriam bambu dan akhirnya tiba waktu berbuka puasa, mereka langsung menuju musholla untuk berbuka puasa secara bersama-sama. (yos)



 



Berita Terkait


Sambut Lebaran Dengan Festival Long Bumbung

Ngabuburit Dengan Permainan Perang Meriam Bambu

Siswa TK-SD Ngabuburit Sambil Pencak Silat

Ngabuburit Dengan Latihan Rebana


Pelajar SMA dan SMK di Sidoarjo Isi Ngabuburit Dengan Ngaji Jurnalistik

Ngabuburit Unik, Komunitas Bus Ajak Warga Keliling Kota Gratis

Asyiknya, Ngabuburit di Masjid Al Akbar Surabaya

Ngabuburit Ala Komunitas Aeromodeng dan Drone

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber