Berita Terbaru :
Bebas Zona Merah, Dinas Pendidikan Jatim Akan Tambah Sekolah Tatap Muka
Tolak UU Cipta Kerja, Demo Ribuan Buruh Macetkan Perempatan Rajabali
Sejumlah Perkantoran dan Toko Tutup, Massa Aksi Berkumpul di Jalan Basuki Rahmat Menuju Grahadi
Viral, Aksi Patriotik Abang Becak Mengganti Bendera Rusak Dengan Baru Dari Hasil Urunan Sendiri
BNNP Musnahkan 11 Kilogram Barang Bukti Sabu
Pemkot Surabaya Gelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai
Abaikan Prokes, Ratusan Pelaku UMKM Berdesakan Ambil Formulir Bantuan Presiden
Gelar Aksi Demo, Puluhan Mahasiswa Blokir Jalur Pantura
Curi Emas Senilai Rp 128 Juta, Dua Pencuri Diringkus Polisi
Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
   

Lebaran Tinggal Menghitung Hari, Pedagang Kain Gigit Jari
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 29-05-2019 | 19:45 wib
Reporter : Edwin Adji
Pacitan pojokpitu.com, Sejumlah penjual pakaian di pasar mengeluh dengan kondisi pembeli yang masih sepi dibanding tahun lalu. Jika pada tahun sebelumnya, kain yang mereka jajakan sudah mulai diserbu pembeli. Namun hingga H-7 menjelang lebaran kali ini dagangan mereka nyaris tak laku.

Keresahan pedagang kain di sejumlah pasar tradisional di Pacitan ini sudah dirasakan sejak awal Ramadhan lalu, karena penjualan kain yang mereka jajakan nyaris tak laku.

Seperti yang dirasakan oleh Suryati, penjual pakaian di Pasar Arjowingun Pacitan ini misalnya. Menurutnya penjualan kain di bulan Ramadhan kali ini menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya .

"Jika sebelumnya kain yang dijual sudah diserbu pembeli, namun hingga H-7 menjelang lebaran kali ini untuk menjual 5 hingga 6 potong kain saja sangatlah sulit," ucap Suryati. 

Sepinya pembeli kali ini disinyalir karena sejumlah kebutuhan ekonomi yang juga mengalami peningkatan harga. Sementara harga jual pertanian justru malah menurun.

Sementara itu, menurut sejumlah penjual kain di pasar setempat, omzet yang mereka peroleh pun sangatlah minim. Merosotnya penghasilan mereka ini karena sejumlah pasar online juga menjadi salah satu pesaing mereka dalam bidang perjualbelian.(end)




Berita Terkait

Lebaran Tinggal Menghitung Hari, Pedagang Kain Gigit Jari
Berita Terpopuler
Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Peristiwa  6 jam

Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
Pendidikan  9 jam

Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Malang Raya  6 jam

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
Jatim Awan

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber