Berita Terbaru :
Libur Panjang, Polisi Sweeping Kendaraan di Batas Kota Antisipasi Penyebaran Covid
Pemulihan Ekonomi Dari Covid 19, Petani Keramba Apung Dapat Bantuan Bibit Lobster
Libur Panjang, Pelayanan Rapid Tes di Stasiun Meningkat
Daop 7 Tambah 4 Perjalanan Kereta Api Selama Libur Panjang
Tempat Wisata di Jalur Jatim Jateng Dipenuhi Pengunjung
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
   

Tradisi Akhir Ramadhan Dengan Bermain Bola Api
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 04-06-2019 | 13:42 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Untuk mengisi waktu luang dan sambil menunggu datangnya sahur, sejumlah anak-anak di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, mempunyai tradisi unik. Setelah selepas tarawih mereka bermain bola api.

Sebelum bermain bola api, mereka harus menyiapkan dulu batok kelapa tua untuk direndam di minyak tanah. Setelah direndam hampir seharian, barulah batok kelapa ini dibakar dan siap di gunakan sebagai alat sepak bola api.

Permainan sepak bola api ini mirip dengan sepak bola atau futsal. Pemainnya terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk 1 team, yang membedakan hanya bolanya saja.

Menurut Bahrul, salah satu pemain bola api, ada beberapa cara aman jika bermain bola api agar tidak menghindari luka bakar, yaitu pemain tidak boleh membawa atau menggiring bola terlalu lama. "Selain itu pemain juga jangan sampai mengontrol bola dengan kepala," kata Bahrul.  

Bermain bola api mempunyai tantangan tersendiri, bagi anak-anak ini selain unik permainan ini juga menantang adrenalin. Sebab para pemainya harus menendang bola dari batok kelapa yang terbakar api dan tentunya sangat panas .

Permainan seperti ini biasanya mereka lakukan saat libur sekolah, yakni saat momen akhir ramadhan menjelang hari raya. (yos)

Berita Terkait

Tradisi Akhir Ramadhan Dengan Bermain Bola Api

Ramaikan Malam Ramadhan, Anak-Anak Bermain Sepak Bola Api

Rratusan Warga Berebut Takjil Bubur Arab
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  12 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  10 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  10 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  23 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber