Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Tradisi 2 Syawal, Barong Ider Bumi Penolak Bala
Jum'at, 07-06-2019 | 21:26 wib
Oleh : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Berita Video : Tradisi 2 Syawal, Barong Ider Bumi Penolak Bala
Banyuwangi pojokpitu.com, Di hari kedua Lebaran, masyarakat suku Using Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, menggelar tradisi Bersih Desa Barong Ider Bumi, Kamis sore. Tradisi ini dipercaya masyarakat sebagai ritual tolak bala agar desa terhindar dari malapetaka, sekaligus sebagai ajang silaturahmi antar warga saat Lebaran. Tradisi ini berlangsung meriah, ratusan wisatawan menyemut memadati jalanan desa untuk menyaksikan arak-arakan barong keliling kampung.

Barong Ider Bumi adalah ritual tolak bala yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat suku Using Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi sejak ratusan tahun lalu sebagai tradisi bersih desa dan tolak bala. 

"Ritual ini digelar setiap 2 Syawal, atau lebaran di hari kedua. Ritual adat Barong Ider Bumi diawali dengan prosesi sembur uthik-uthik, yakni prosesi melempar uang receh yang dicampur beras kuning, dan bunga. Prosesi ini melambangkan usaha warga untuk membuang sial," ungkap Miftahul Huda, anak Desa Kemiren.

Tradisi ini ditandai dengan mengarak barong keliling kampung. Barong yang dipercaya masyarakat setempat sebagai mahluk mitologi penjaga desa dibawa keliling kampung dengan diiringi musik tradisional kuntulan, dengan harapan barong tersebut bisa mengusir segala hal jahat penggangu desa. Ikut dalam iring-iringan beberapa kesenian lain seperti Gandrung Jakripah, Jaran Kencak, Pitik-Pitikan, Tapekong hingga Jaranan Buto.

Tradisi ini berlangsung meriah. Ratusan masyarakat dari berbagai daerah datang memenuhi jalan desa untuk menyaksikan Barong Ider Bumi. Tradisi yang hidup sejak ratusan tahun lalu ini tetap lestari hingga saat ini. 

"Kearifan lokal tetap harus dilestarikan meski berkembangnya zaman yang sudah sangat modern. Kearifan lokal yang dibangun para leluhur ini dimaksudkan agar masyarakat tetap menjaga keseimbangan alam, dan berkehidupan," kata Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi.

Setelah arak-arakan barong keliling kampong, masyarakat duduk bersama di jalan-jalan kampung untuk menggelar selamatan. Mereka secara bersama-sama memanjatkan doa agar desa terhindar dari bencana. Ritual ditutup dengan makan bersama tumpeng pecel pithik yang dimasak oleh masyarakat secara swadaya.(end)

Berita Terkait


Gelorakan Dolanan Tradisional di Tengah Serbuan Permainan Online

Tradisi Rabu Bungkasan Cegah Turunnya Tolak Balak Berupa Bencana

Pelestarian Permainan Tradisional Ditengah Gempuran Permainan Gadget

Pencak Silat Asli Bojonegoro yang Diiringi Musik Tradisional Jedoran


Asyiknya Siswa Saat Bermain Permainan Tradisional di Luar Kelas

Berharap Turun Hujan, Warga Pamekasan Lakukan Tradisi Okol

Bulan Maulud, Harga Sembako di Pasar Tradisional Stabil

Cocoghen, Tradisi Warga Madura Menyambut Tanggal 1 Bulan Maulid Nabi

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber