Berita Terbaru :
Dikbud Larang Guru-Guru Bepergian Ke Luar Kota
Pasien Covid-19 Klaster Pabrik Salem Meningkat, Gugus Tugas Persiapkan Ruang Isolasi Tambahan
Bayar Palawija Ratusan Juta Dengan Cek Kosong, Pasutri Siri Ini Mendekam di Sel Tahanan
Susah Jaringan Internet, Polsek Galis Fasilitasi Siswa Belajar Daring
Residivis Narkoba Ditangkap di Tengah Sawah
Gelar Pelatihan TOT, Pos Gabungan Siapkan Relawan Pencegahan Covid-19
Penghuni Sel Polres Lamongan Lakukan Rapid Tes
Perempuan Pegawai Bank Terkonfirmasi Positif Covid-19
39.182 Pengangguran Baru di Bojonegoro Selama Pandemi Covid-19
Diduga Terinveksi Covid-19, Pria Paruh Baya Mati Mendadak Didalam Angkot
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
Nenek 83 Tahun Hidup Rentah di Gubug Reot Tak Tersentuh Pemerintah
   

Keracunan Nasi Rawon, Lima Orang Terpaksa Dilarikan ke Rumah Sakit, Satu Orang Meninggal Dunia
Peristiwa  Senin, 10-06-2019 | 16:53 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Lima orang warga Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, mengalami keracunan setelah memakan nasi rawon, saat acara halal bi halal di rumah salah satu karyawan perusahaan sepatu. Dari lima orang karyawan pabrik yang menjalani perawatan di rumah sakit, satu orang meninggal dunia, karena terlambat dibawa ke rumah sakit.

Kasus keracunan massal ini menimpa satu keluarga terdiri dari lima orang, warga Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Kelimanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sakinah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, untuk mendapatkan penanganan medis.
 
Kelima orang korban yang merupakan satu keluarga ini, di antaranya, jumatin (60), Wagimin (60), Sutiyah (58), Heri Susanto (53) dan Nova Anggraini (36). Kelima korban keracunan ini langsung diberikan cairan infus serta obat obatan dan juga cairan infus oleh tim medis Rumah Sakit Sakinah.
 
Namun naas nyawa salah satu korban yang bernama Wagimin tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia. Diduga korban yang merasakan pusing - pusing dan muntah - muntah ini, terlambat dibawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan pertolongan medis dari rumah sakit.
 
Heri, salah satu korban, mengatakan, dirinya merasakan muntah berkali-kali dan pusing serta diare, sejak dua hari lalu. Setelah menyantap nasi rawon di acara halal bihalal bersama karyawan, salah satu perusahaan sepatu yang diikuti kurang lebih 100 orang dua hari lalu.
 
Melihat kondisi empat korban lainya yang sempat mengalami mual dan pusing, tim dokter Rumah Sakit Sakinah yang melakukan penanganan, menyatakan, diduga para korban keracunan makanan yang disantapnya. Ini diungkapkan dr Fitria Intan Beladina, Kepala UGD RS Sakinah.
 
Sambil menunggu perkembangan dan hasil observasi dari tim medis Rumah Sakit Sakinah, Kabupaten Mojokerto, keempat korban keracunan, masih menjalani perawatan secara intensif di ruang UGD rumah sakit setempat.(end)
 



Berita Terkait

Seluruh Korban Keracuan Makanan Hajatan Dipulangkan

15 Siswa SD Keracunan Massal, Diduga Akibat Permen

94 Santri Ponpes Al-Mawaddah Nglegok Blitar Keracunan Bakso

Keracunan Nasi Rawon, Lima Orang Terpaksa Dilarikan ke Rumah Sakit, Satu Orang Meninggal Dunia
Berita Terpopuler
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  4 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  15 jam

Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  17 jam

Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber