Berita Terbaru :
Takut Dengan Suami, Ibu Muda Tega Buang Bayi
Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Persiapan New Normal, Sekolah Lakukan Simulasi Belajar Mengajar
Forkopimda Wacanakan PSBB Hingga Lockdown Antar Kecamatan
Interplasi Dilakukan Lantaran Rekrutmen Pimpinan Bank Jatim Tak Kunjung Selesai
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik di Polrestabes Surabaya, Uci Flowdea Datangi Polda Jatim
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Warga Suku Tengger Gelar Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada
Ngopi Sambil Keliling Kota Dengan Bus Coffe
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Awali Musim Panen Padi, Tradisi Metil Digelar Warga Munggut Madiun
KPU Ponorogo Dapat Gelontoran Dana Rp 5,9 Milyar Untuk APD Covid 19
Pandemi Covid-19, Penghoby Aquascape Meningkat
   

Perjelas Status Benteng Kedung Cowek, Pangdam Terima Audensi Rooderbug Soerabaia
Metropolis  Rabu, 03-07-2019 | 19:15 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Para pegiat sejarah yang tergabung di Rooderbug Soerabaia akhirnya audensi dengan Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Wisnoe Prasetja Boedi. Audensi yang dilaksanakan di Kodam V Brawijaya ini untuk memperjelas status Benteng Kedung Cowek di Bulak Surabaya yang layak ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Para pegiat sejarah yang tergabung di Rooderbug Soerabaia ini akhirnya audensi dengan Panglima Komando Daerah Militer V Brawijaya beserta dan sejumlah pejabat TNI jajarannya. Audensi yang dilaksanakan di markas Kodam V Brawijaya ini bertujuan untuk memperjelas status kepemilikan Benteng Kedung Cowek di Bulak Surabaya.
 
Para pegiat sejarah yang hadir dalam audensi dengan Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Wisnoe Prasetja Boedi , diantaranya pendiri Rooderbug Soerabaia, Nanang Purwono yang juga Wakil Pimpinan Redaksi JTV dan Ady Setyawan, bersama sejumlah pegiat sejarah lainnya.
 
Diberitakan sebelumnya, status kepemilikan Benteng Kedung Cowek dinyatakan sebagai milik pihak swasta. Namun dalam audensi ini, secara fakta menyatakan bahwa Benteng Kedung Cowek yang memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di Surabaya ini merupakan asset pengelolaan Komando Daerah Militer V Brawijaya.
 
"Dalam pembahasan itu, benteng di kaki jembatan Suramadu ini sangat layak menjadi bangunan cagar budaya sesuai Undang-Undang nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya. Poin penting dari fakta Benteng Kedung Cowek ini adalah bangunan tersebut berusia lebih dari 50 tahun, dan memiliki sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan atau kebudayaan, serta memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa," tutur Kolonel Infantri Singgih Pamboedi Arinto, Kapendam V Brawijaya.

Dengan hasil audensi terkait status kepemilikan Benteng Kedung Cowek itu, pihak Rooderbug Soerabaia akan melakukan pertemuan kembali dengan Pemerintah Kota Surabaya. Upaya ini dilakukan agar Benteng Kedung Cowek itu diharapkan menjadi bangunan cagar budaya.(end)
 

Berita Terkait

Kalangan Akademisi Ikut Lestarikan Benteng Kedung Cowek

Benteng Kedung Cowek Dibangun Selama 7 Tahun (1900 - 1907)

Benteng Kedung Cowek: Antara Belanda Dan Jepang?

Heroisme di Benteng Kedung Cowek
Berita Terpopuler
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  5 jam

Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Peristiwa  9 jam

Para Bakal Calon Berebut Suara Warga NU di Pilkada Sumenep
Pilkada  12 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber