Berita Terbaru :
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
   

Terdakwa Penyelundupan Komodo Bantah Transaksi Komodo
Hukum  Rabu, 03-07-2019 | 19:37 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Berita Video : Terdakwa Penyelundupan Komodo Bantah Transaksi Komodo
Surabaya pojokpitu.com, Satu per satu terdakwa perkara penyelundupan Komodo asal Flores NTT dibongkar Polda Jatim, dan disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya. Kali ini, jaksa menghadirkan terdakwa Imam Hanafi yang berperan sebagai pembeli komodo. Dalam persidangan, terdakwa Imam membantah telah transaksi penyelundupan komodo.

Dalam dakwaan, jaksa menjerat terdakwa Imam Hanafi selaku pembeli komodo dengan pasal 40 juncto pasal 21 Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Sidang kali ini, jaksa menghadirkan saksi Vekki Subhun dan Rizala Satria, yang juga menjadi terdakwa dalam kasus penyelundupan komodo.

Dalam kesaksiannya, Vekki Subhun mengakui bila transaksi dengan terdakwa Imam Hanafi yang dikenalnya sebagai kolektor satwa. Saat itu, Vekki mengungkapkan bila Imam Hanafi membeli 14 komodo dengan harga Rp 12 juta per ekornya. Vekki Subhun mengakui bila komodo yang dijualnya hasil buruan dan hingga kini sudah menjual 40 komodo.

Namun keterangan Vekki Subhun ini dibantah terdakwa Imam Hanafi. Imam mengaku tidak membeli komodo melainkan burung nuri. Sidang perkara penyelundupan Komodo ini akan dilanjutkan minggu depan dengan keterangan saksi dari penyidik Polda Jatim.

Sekedar diketahui, perkara penyelundupan komodo ini diungkap Ditreskrimsus Polda Jatim. Selain mengamankan lima ekor komodo, polisi juga menyita satwa lainnya yang dilindungi. Diantaranya sepuluh ekor berang-berang, lima ekor kucing hutan, seekor jelarang, tujuh ekor lutung, enam ekor trenggiling dan seekor kakatua Maluku dan kakatua jambul kuning.(end)

Berita Terkait

Terdakwa Penyelundupan Komodo Divonis 3 Tahun Penjara

6 Ekor Komodo Dilepas Liarkan ke Habitat Aslinya

Terdakwa Penyelundupan Komodo Bantah Transaksi Komodo

Kasus Penyelundupan Komodo Mulai Disidangkan
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  11 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  13 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  5 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  12 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber