Berita Terbaru :
Adik Positif Corona, Keluarga Via Vallen Dijauhi Tetangga
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
Ciptakan Gelang Corona Untuk Pasien Covid-19 yang Bandel
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peduli, Ratusan APD Dibagikan ke Seluruh Puskesmas Ponorogo
Kabar Sedih dari Nissan untuk Eropa dan Negara Berkembang
PSBB Tahap Tiga, Koramil Berikan Bantuan Sembako
Pedagang Dari Luar Daerah Wajib Memiliki Surat Keterangan Bebas Rapid Test
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Persebaya Pengin Berhenti, Persipura Abstain, Persiraja Minta Lanjut
   

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Mataraman  Sabtu, 20-07-2019 | 03:15 wib
Reporter : M.Ramzi
Butuh solusi dari pemerintah agar peternak bisa mempertahankan produksi susu saat kemaru. Mengingat centra ternak sapi perah di Singolangu, menjadi salah satu icon Kabupaten Magetan yang dibanggakan. Foto M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Selain menyebabkan gagal panen, musim kemarau juga dirasakan peternak sapi perah di Magetan. Sebab produksi susu menurun, dampak rumput yang mengering atau berkurang kandungan air.

Saat ini sejumlah peternak sapi perah di Lingkungan Singolangu Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan kesulitan mencari rumput hijau. Jika biasanya di lingkungan sekitar sangat cukup, saat ini harus mencari lebih jauh memasuki hutan di Lereng Gunung Lawu.

Itupun kandungan air dalam rumput tidak seperti saat musim hujan. Kondisi ini mempengaruhi produksi susu sapi juga menurun.

Salah satu peternak sapi perah Sukarni mengaku, penurunan produksi susu berkisar antara 2 hingga 3 liter perhari untuk satu ekor sapi. "Biasanya satu ekor sapi bisa menghasilkan 20 liter lebih, saat ini hanya 17 hingga 18 liter perhari," kata Sukarni.

Peternak menyiasatinya dengan memberi pakan tambahan, agar produksi susu tidak turun drastis, meskipun mereka harus mengeluarkan biaya tambahan. (pul)

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Berita Terpopuler
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  6 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  4 jam

Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  11 jam

Sensasi Fluffy Pancake ala Jepang Bertabur Boba
Icip - Icip  11 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber