Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pendidikan 

Guru SD Negeri Aniaya Dua Anak Polisi, Siswa Trauma Tak Mau Masuk Sekolah
Selasa, 23-07-2019 | 19:23 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Kekerasan guru terhadap siswanya kembali terjadi di Surabaya. Seorang guru SDN diduga melakukan penganiayaan, terhadap tiga anak didiknya. Sang guru diduga sering melakukan kekerasan fisik terhadap siswa yang salah mengerjakan tugas. Akibatnya, dua siswa yang merupakan anak polisi trauma dan tak mau masuk sekolah.

Dua di antara tiga siswa yang menjadi korban penganiayaan guru ini sebut saja Angga dan Deni. Akibat perbuatan LST, oknum guru SDN tersebut, kedua siswa mengalami luka memar di tangan. Tak hanya itu, kedua siswa kelas 1 dan kelas 4 tersebut trauma hingga tak mau masuk sekolah.

Sulistyaningtyas Utami, orantua siswa, mengungkapkan kekerasan fisik guru LST pada anaknya ini terungkap saat anaknya bercerita ke neneknya bila sering dicubit oleh wali kelasnya. Yang disesalkan orangtua korban ini, kekerasan fisik yang dialami anaknya itu hanya gara-gara salah mengerjakan tugas.

Tak terima dengan perlakuan guru tersebut, Sulistyaningtyas yang merupakan istri Brigadir Arif Harmoko, anggota Polrestabes Surabaya bersama dua walimurid lainnya meminta pihak sekolah memutasi guru tersebut dari SDN tersebut. (end)

Berita Terkait


Guru SD Negeri Aniaya Dua Anak Polisi, Siswa Trauma Tak Mau Masuk Sekolah

Kekerasan Anak dan KDRT Meningkat di Kabupaten Blitar

Tekan Angka Kekerasan Anak, Pemkot Kediri Maksimalkan PPA

LPA Batu Serukan Keprihatinan Kasus Kekerasan Anak


Peringati Hari Anak, Cap Tangan Jadi Tanda Anti Kekerasan Anak

LPA Batu Serukan Keprihatinan Kasus Kekerasan Anak

Deklarasikan Stop Kekerasan Anak , Mensos : Waspadai Jaringan Narkoba

Siswa SD Gelar Aksi Keprihatinan Bahaya Narkoba dan Kekerasan Anak

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber