Berita Terbaru :
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Seniman Difabel China Pentas di Grand City Mall Pada 27-28 Juli
Rehat  Kamis, 25-07-2019 | 12:39 wib
Reporter : Selvy Wang
Seniman tari, We Qin Yang yang merupakan penyandang tuli telah melakukan persiapan untuk mempersambahkan tarian merak atau peacock dance. Foto Wang
Surabaya pojokpitu.com, Pagelaran amal My Dream oleh para seniman difabel yang tergabung China Disabled Peoples Performing Art Troupe (CDPPAT) akan digelar di Surabaya. Selama dua hari pertunjukan akan digelar 27 dan 28 Juli di Convention Hall (Convex) Grand City Mall Surabaya

Rombongan 40 seniman difabel yang terdiri dari para difabel seperti tuli dan tuna netra akan menampilkan tarian dan pertunjukan meliputi lagu, tarian klasik Tiongkok, tarian daerah, balet, tarian latin, tarian modern, drama musikal, musik jazz, musik instrumental, dan pertunjukan puisi isyarat tangan.

Menurut Hei Hong, pelatih CDPPAT, bahwa CDPPAT merupakan grup pertunjukan yang berdiri sejak 1987.

"Kami memiliki lebih dari seratus murid dengan berbagai latar belakang, mulai dari buta, tuli, hingga cacat fisik. Setiap tiga tahun sekali kami merekrut anggota baru," jelas Hei Hong dalam acara konferensi pers .

Misi dari  grup CDPPAT ini sendiri ingin menunjukkan bahwa segala hal merupakan keindahan. Penyandang difabel juga penuh dengan keindahan.

"Melalui pertunjukan yang akan di tampilkan, CDPPAT  ingin mengubah ketidakmungkinan menjadi hal yang mungkin." ujar Hei Hong

My Dream akan membawakan tarian baru yang diperuntukkan bagi penyintas bencana di dunia yaitu Never Stop Dancing di samping tarian ikoniknya yaitu Bodhisattva Seribu Tangan.

Salah satu seniman tari, We Qin Yang yang merupakan penyandang tuli telah melakukan persiapan untuk mempersambahkan tarian merak atau peacock dance. Meskipun tak bisa mendengar suara, mahasiswi Peking University ini tetap bisa menari seirama dengan musik.

"Saya memanfaatkan getaran langkah kaki untuk mengetahui kapan gerakannya saya lakukan," tutur We Qin Yang dengan menggunakan bahasa isyarat.

CDPPAT sendiri  telah tampil di seratus negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Oceana  dan juga dinobatkan PBB sebagai seniman perdamaian UNESCO. (pul)


Berita Terkait

Satu Bulan Tak Kerja, Ratusan Seniman Dapat Bantuan di Pamekasan

Ratusan Seniman Jaran Tek Ponorogo Unjuk Gigi

Seniman Difabel China Pentas di Grand City Mall Pada 27-28 Juli

Habis Masa Somasi, Nasib Seniman THR Belum Jelas
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  12 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  10 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  9 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber