Berita Terbaru :
Warga ODP Meninggal Pemakaman Sesuai Protokol Covid 19
Keluarga PDP Meninggal Dunia di Tuban Negatif Covid-19
Bupati dan Forkopinda Bagi - Bagi Masker dan Sembako
Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
RSUD Tongas Khusus Untuk Pasien Covid 19 Resmi Bisa Digunakan
Gedung DPRD Jatim Diusulkan Menjadi Rumah Sakit Darurat Khusus Pasien Covid-19
Pembagian Makan Gratis Abaikan Physical Distancing
Polisi Bubarkan Sabung Ayam dan Keramaian Warga
Kesal Tak Dibelikan, Dua Gadis di Pasuruan Nekad Mencuri Motor
Gara-Gara Uang 10 Juta, Pengacara Diadili
Petugas Amankan, Puluhan Remaja yang Bandel Ditengah Wabah Corona
Pelatihan di Surabaya, Petugas Medis Positif Covid-19
Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Ditlantas Polda Jatim Laksanakan Ops Keselamatn Semeru Gantikan Ops Simpati
Kasus Positif Covid 19 di Jatim Menjadi 189 Orang
   

Kanwil Bea Cukai Jawa Timur Tak Bisa Lakukan Penanganan Import Bahan Daur Ulang
Peristiwa  Jum'at, 26-07-2019 | 17:43 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Import bahan baku daur ulang kertas yang tersisipi dengan sampah plastik dari sejumlah negara di benua Eropa, Australia dan Asia. Rencananya akan dilakukan reexpor kembali oleh pihak Kanwil Bea Cukai Jawa Timur, setelah prose investiasi dan administrasi terpenuhi.

Meski telah dinyatakan buruk bagi kesehatan, namun hingga saat ini para pengusaha pembuat tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, masih terus menggunakan sampah plastik import sebagai bahan bakar pemanas tungku pembuat tahu.

Seperti diketahui, sampah-sampah plastik yang didapatkan oleh para pengusaha tahu ini sendiri, berasal dari sebuah desa bernama Desa Bangun. 

Sampah-sampah plastik ini sendiri berasal dari pabrik kertas, yang melakukan import bahan baku daur ulang kertas, dimana dalam setiap importnya, tersisipi dengan sampah plastik dengan jumlah besar yang diduga mengandung bahan beracun dan berbahaya, atau B 3.

Sementara itu, melalui Humas Kantor Wilayah Bea Dan Cukai Jawa Timur 1, Muhammad Yatim, menyatakan pihaknya tak mampu berbuat banyak dalam aktivitas import bahan baku daur ulang, yang tersisipkan dengan sampah plastik ini.

"Menurut rencana kantor bea cukai Jawa Timur akan melakukan reexpor kembali  ke negara asal, setelah dilakukan pemeriksaan investigasi dan kelangkapan administrasi," kata Muhammad Yatim.

Upaya pengembalian sampah plastik impor ini, bagaian dari sanksi yang ditetapkan pihak beacukai kepada para importir. (yos)

Berita Terkait

Kanwil Bea Cukai Jawa Timur Tak Bisa Lakukan Penanganan Import Bahan Daur Ulang

Tak Hanya Plastik, Ternyata Limbah Kegiatan Domestik Dominasi Pencemaran Laut

Sungai Bengawan Solo Dipenuhi Sampah

Adu Kreasi Seni Dari Limbah Sampah
Berita Terpopuler
Bupati Siapkan Hotel dan Gedung Sekolah Untuk Karantina Pemudik
Peristiwa  16 jam

Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
Peristiwa  3 jam

Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Metropolis  6 jam

Wabup: Proyek Jembatan Gempol Jadi Catatan Buruk Dinas PUPR dan Rekanan
Sorot  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber