Berita Terbaru :
DPP Bisa Langsung Daftarkan Calon Yang Diusung
New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Polsek Sukolilo Tangkap 1 DPO Pengeroyokan di Medokan, 2 DPO Masih Buron
Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Memasak
Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
   

Bisnis Kopi Indonesia Mulai Mengeliat
Sosok  Sabtu, 07-02-2015 | 19:47 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Sidoarjo pojokpitu.com, Bisnis kopi di Indonesia kini tengah menjamur. Namun, tidak sedikit yang justru mati karena kalah bersaing. Di Sidoarjo, pengusaha kopi muda justru memilih memulai bisnis kopi jenis speciality coffee untuk ekspor.

Pertumbuhan bisnis kopi di Indonesia kian tahun semakin meningkat. Bisnis kopi dianggap menggiurkan karena kopi bukan lagi soal rasa, namun juga kebutuhan gaya hidup. Raymond Anggajaya, pebisnis muda asal Sidoarjo melirik peluang itu. Berbekal pengalaman 7 tahun menempuh studi di Shanghai Cina, dia mendirikan bisnis kopi yang didapat dari petani kopi lokal dengan tujuan ekspor ke Cina, dan pasar lokal menengah ke atas.

Kopi yang dijual pemuda berusia 28 tahun tersebut dari beberapa daerah di Indonesia. Seperti kopi Bali Kintamani, Java Arabica, Luwak Arabica, Sumatra Mandailing, Toraja, dan  Lampung Robusta. Ekspor utama ke Cina lantaran gaya hidup masyarakat Cina kini mulai beralih. Bukan lagi meminum teh, tetapi kopi. Yang menarik, masyarakat Cina tidak banyak tahu bahwa kopi asli Indonesia adalah kopi terbaik di Asia.

Perusahaan kopi milik Raymond memang baru didirikan tiga tahun lalu. Namun, pemuda yang tidak suka kopi tersebut memiliki cara tersendiri untuk menggaet pasar. Diantaranya dengan pengolahan premium, sehingga menghasilkan biji kopi bercita rasa yang berbeda. Ditambah dengan kemasan yang berkelas, menjadikan kopi miliknya mampu bersaing dengan kompetitor lokal maupun internasional.

Raymond boleh jadi pemain baru di bisnis kopi lokal Indonesia. Namun, dengan strategi marketing jitu, dia dan 11 karyawannya mampu mengantongi omset hingga Rp 500 juta lebih setiap bulannya. Dijual dengan harga mulai dari Rp 39 ribu hingga Rp 300 ribu, kopi berlabel Artcofie nyatanya mampu bersaing memenuhi kebutuhan kopi masyarakat Cina.(pul)



Berita Terkait

Himung Kopi, Murah Ala Cafe Disajikan di Pinggir Jalan

Berikut Manfaat Kopi untuk Kesehatan Hati

Efek Samping Minum Kopi tanpa Kafein untuk Kesehatan

Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong, ini 5 Dampaknya
Berita Terpopuler
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Rehat  8 jam

Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Mema...selanjutnya
Life Style  7 jam

New Normal Persiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan  5 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
Pojok Pitu

Salah Menyulut Rokok, Tabung Gas LPG Meledak
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber