Berita Terbaru :
Permintaan Rapid Test Jelang Libur Panjang Meningkat
Hina Polisi Tentang Operasi Yustisi, Tukang Batu ditangkap polisi
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
   

Petani Keluhkan Hama Ulat dan Pasokan Air Untuk Tanaman Tembakau
Pantura  Senin, 29-07-2019 | 14:02 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Sejak memasuki musim kemarau, petani di Kabupaten Bojonegoro mulai menanam tembakau. Kini sudah mulai memasuki masa panen yang pertama.

Para petani keluhkan hama ulat yang menyerang tanaman tembakau mereka. Selain itu, para petani juga mengalami kesulitan dalam pengairan tanaman tembakau akibar sungai disekitar sudah mulai mengering.

Akibatnya para petani harus mengambil air dari embung yang letaknya 500 meter, untuk memberi pasokan air tanaman tembakaunya.

Sejak memasuki musim kemarau, petani di Desa Jono Kabupaten Bojonegoro, sudah mulai menanam tanaman tembakau untuk menggantikan padi.

Kali ini para petani ini sudah mulai memasuki masa panen yang pertama, dengan harga Rp 2.000 perkilogram tembakau basah, untuk dijual kepada pengepul, harga ini dinilai masih relatif setandart untuk masa panen yang pertama.

Namun, para petani keluhkan hama ulat yang menyerang daun tanaman tembakau milik mereka. Hal ini berakibat mengakibatkan para petani harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya perawatan.

Menurut Mujianto, salah satu petani tembakau, mengatakan, tanaman tembakau merupakan tanaman yang rawan terkena hama dan perlu perawatan khusus tiap harinya.

Sementara itu dalam hal pengairan, Sucipto, petani tambakau lain mengaku, di daerahnya pada musim kemarau cukup sulit mendaatkan air akibat sungai disekitar persawaah mulai mengering.

"Para petani terpaksa mengambil air dari sumber air, yakni embung yang letaknya 500 meter untuk mengairi tanaman tembakaunya," kata Mujianto.

Hal ini sudah dilakukan selama awal tanam tembakau hingga musim panen yang pertama. (yos)

Berita Terkait

Serangan Hama Ulat Grayak Meluas Hingga Ribuan Hektar

Masih Usia Muda, Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat

Petani Keluhkan Hama Ulat dan Pasokan Air Untuk Tanaman Tembakau

Hama Ulat Serang Tanaman Bawang Merah di Bojonegoro
Berita Terpopuler
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyany...selanjutnya
Politik  5 jam

Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  12 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  5 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber