Berita Terbaru :
Libur Panjang, Polisi Sweeping Kendaraan di Batas Kota Antisipasi Penyebaran Covid
Pemulihan Ekonomi Dari Covid 19, Petani Keramba Apung Dapat Bantuan Bibit Lobster
Libur Panjang, Pelayanan Rapid Tes di Stasiun Meningkat
Daop 7 Tambah 4 Perjalanan Kereta Api Selama Libur Panjang
Tempat Wisata di Jalur Jatim Jateng Dipenuhi Pengunjung
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
   

Pemprov Jatim Gelar Operasi Pasar Cabai Rawit
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 02-08-2019 | 18:01 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Untuk menstabilkan harga cabe rawit yang masih tinggi hingga angka Rp 80 ribu, Pemprov Jatim berupaya menggelar operasi pasar komoditi cabe rawit di sejumlah titik pasar di Jawa Timur. Pedagang pun masih mengeluhkan harga cabe yang masih tinggi.

Sebagai upaya untuk menstabilkan harga cabe rawit yang melonjak tajam di harga Rp 80 ribu per kilogram. Di Surabaya sendiri, operasi pasar dilakukan di 2 titik, yakni Pasar Wonokromo dan Pasar Tambahrejo, dengan harga per kilogram hanya Rp 50 ribu. Cabai rawit yang dijual sendiri tersedia dalam kemasan seberat 2 ons.

"Operasi pasar yang digelar bersama Bulog ini sebagai langkah untuk stabilisasi harga cabai rawit, sambil menunggu masa musim panen raya, pada akhir Agustus mendatang," tutur Drajat Irawan, Kepala Disperindag Jatim.

"Cabai mendongkrak peningkatan inflasi di Jatim, Ibu Gubernur sudah membuat surat edaran, Bupati / Walikota dihimbau untuk menjual cabai di sentra produksi dengan harga petani," tambahnya.

Sementara itu, harga cabai rawit jelang Hari Raya Idul Adha terpantau masih tinggi, karena minimnya pasokan komoditas cabai di pasar. Terpantau di Pasar Wonokromo, harga cabai rawit bahkan mencapai Rp 80 ribu per kilogram.

Pedagang mengeluh, karena pembeli mengurangi jumlah porsi belanja dan memilih untuk membeli cabai kering, karena harganya lebih murah dibanding cabai rawit, yakni berkisar Rp 50 ribu per kilogram.

Diperkirakan, sejumlah daerah penghasil cabai rawit di Jatim yang akan panen adalah Banyuwangi, Kediri, Malang, Blitar dan Jember.(end)

Berita Terkait

Pemprov Jatim Gelar Operasi Pasar Cabai Rawit
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  12 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  10 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  10 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  23 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber