Berita Terbaru :
Forkopimda Wacanakan PSBB Hingga Lockdown Antar Kecamatan
Interplasi Dilakukan Lantaran Rekrutmen Pimpinan Bank Jatim Tak Kunjung Selesai
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik di Polrestabes Surabaya, Uci Flowdea Datangi Polda Jatim
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Warga Suku Tengger Gelar Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada
Ngopi Sambil Keliling Kota Dengan Bus Coffe
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Awali Musim Panen Padi, Tradisi Metil Digelar Warga Munggut Madiun
KPU Ponorogo Dapat Gelontoran Dana Rp 5,9 Milyar Untuk APD Covid 19
Pandemi Covid-19, Penghoby Aquascape Meningkat
Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Kotak Amal Masjid Antar Kota
Wastafel Mobile Polres Bangkalan Siap Layani Masyarakat
   

Bersih Kampung, Kasur dan Tumpeng Hiasi Jalanan Desa Adat Kemiren Banyuwangi
Rehat  Senin, 05-08-2019 | 18:10 wib
Reporter : Iqbal Mustika, Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Masyarakat Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, punya gawe besar Minggu (4/8) malam kemarin. Sekitar seribu tumpeng disajikan warga di jalanan halaman depan rumah untuk dimakan beramai-ramai.

Tradisi ini dikenal dengan tumpeng sewu yang digelar setiap memasuki bulan dzulhijjah atau yang biasa disebut dengan bulan haji.

Tumpeng sewu ini bertujuan untuk menolak balak yang ada di Desa Kemiren. Selain itu, sebelum dilaksanakan tumpeng sewu, warga kemiren melakukan tradisi mepe kasur.

Usai sholat magrib ritual ini mulai dilangsungkan, di bawah temaram api obor, semua orang duduk dengan tertib bersila di atas tikar maupun karpet yang tergelar di depan rumah maupun di pinggir jalan.

Dihadapan warga tersedia tumpeng yang ditutup daun pisang dengan dilengkapi lauk khas warga kemiren, yaitu pecel pitik dan sayur lalapan sebagai pelengkapnya.

Ketua adat kemiren Suhaimi mengatakan, bahwa tumpeng sewu ini sudah berlangsung sejak jaman nenek moyang. "Adapun tujuanya di gelar tumpeng sewu ini untuk menok balak agar desa tetap aman dan tentram," ujar Suhaimik.

Tumpeng sewu merupakan tradisi adat warga Desa Kemiren. Namun, sebelum makan tumpeng sewu, warga berdoa agar desanya dijauhkan dari segala bencana dan sumber penyakit.

Sebelum dilaksanakan selametan adat tumpeng sewu , puluhan warga kemiren sejak pagi sudah disibukkan dengan mengeluarkan tempat tidur atau yang dikenal dengan kasur. Puluhan kasur pun menghiasi disepanjang jalan kemiren. (yos)

Berita Terkait

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah

Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
Berita Terpopuler
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  4 jam

Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Peristiwa  8 jam

Para Bakal Calon Berebut Suara Warga NU di Pilkada Sumenep
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber