Berita Terbaru :
Permintaan Rapid Test Jelang Libur Panjang Meningkat
Hina Polisi Tentang Operasi Yustisi, Tukang Batu ditangkap polisi
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
   

Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
Rehat  Selasa, 06-08-2019 | 07:30 wib
Reporter : Ahmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Untuk melestarikan budaya nenek moyang yang hampir punah, warga Desa Wonokerto, Lumajang, menggelar tradisi ojung, atau ketangkasan memukul lawan dengan rotan. Selain melestarikan warisan leluhur, tradisi ini juga bertujuan untuk meminta hujan di musim kemarau ini.

Dengan menggunakan sebuah rotan, peserta yang terdiri dari dua orang pun, saling pukul secara bergantian di salah satu sendang di Desa Wonokerto, Kecamatan Qucialit.

Uniknya, peserta tidak diperkenankan memukul secara sembarangan, namun hanya boleh pada bagian punggung saja. Meski terkena pukulan, namun peserta mengaku tidak sakit, karena hilang dengan sendirinya dengan adanya alunan musik tradisional.

Riyadi, peserta tradisi ojung mengatakan, acara ini sengaja digelar dalam rangka bersih desa atau selamatan desa. Tujuannya tak lain adalah, sebagai simbol rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan sang pencipta kepada hambanya. "Selain itu, tradisi ini juga bertujuan sebagai ritual meminta hujan," kata Riyadi.

Meski sudah saling pukul, namun tak ada rasa dendam diantara mereka. Setelah bertanding, mereka pun berjabat tangan dan bersenda gurau. (yos)

Berita Terkait

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah

Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
Berita Terpopuler
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyany...selanjutnya
Politik  4 jam

Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  12 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  4 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  10 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber