Berita Terbaru :
Adik Positif Corona, Keluarga Via Vallen Dijauhi Tetangga
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
Ciptakan Gelang Corona Untuk Pasien Covid-19 yang Bandel
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peduli, Ratusan APD Dibagikan ke Seluruh Puskesmas Ponorogo
Kabar Sedih dari Nissan untuk Eropa dan Negara Berkembang
PSBB Tahap Tiga, Koramil Berikan Bantuan Sembako
Pedagang Dari Luar Daerah Wajib Memiliki Surat Keterangan Bebas Rapid Test
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Persebaya Pengin Berhenti, Persipura Abstain, Persiraja Minta Lanjut
Kapan Pertandingan Olahraga Bisa Jalan lagi? Menpora Beri Penjelasan Begini
   

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian
Pantura  Minggu, 11-08-2019 | 06:15 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Musim kemarau panjang membuat volume air waduk pacal di Bojonegoro, terus menipis. Kondisi tersebut membuat pintu air di waduk ditutup.

Padahal waduk terbesar di Bojonegoro ini merupakan tumpuhan air irigasi bagi petani di sejumah kecamatan. Sedikitnya terdapat 3500 hektar padi gagal panen, akibat kekurangan pasokan air

Waduk pacal terletak di kawasan hutan desa Kedungsumber Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Volume atau tinggi muka air waduk yang dibangun zaman penjajahan belanda, pada tahun 1933 ini terus mengalami penyusutan seiring berlangsungnya musim kemarau.

Alat ukur ketinggian air yang berada di tengah waduk turun drastis. Hingga saat ini sudah menyentuh  angka 107 meter atau berkurang hingga sepuluh meter, jika kondisi waduk dalam keadaan penuh.

Kepala Dinas PU Sumberdaya Air Pemkab Bojonegoro, Edi Susanto, mengatakan, menipisnya volume air membuat pintu waduk terpaksa harus ditutup hal tersebut dilakukan sejak sebulan terahir, meski ribuan hektar areal pertanian di sejumlah kecamatan, diantaranya Kecamatan Sukosewu, Balen, Kapas dan Sumberejo masih membutuhkan pasokan air.

Data di Dinas Pertanian setempat, tercatat ada lebih dari 3500 hektar tanaman padi,yang sebagian besar bergantung pada air waduk pacal gagal panen.

"Akibat kekurangan pasokan air, seperti yang terlihat di Desa Klepek Kecamatan Sukosewu ini, tanaman padi yang berusia lebih dari dua bulan mati mengering," ucap Mariono, salah satu petani.

Para petani yang tanaman padinya mati, memilih untuk dijadikan pakan ternak. (yos)

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Berita Terpopuler
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  6 jam

Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  11 jam

Sensasi Fluffy Pancake ala Jepang Bertabur Boba
Icip - Icip  11 jam

Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Wajib Balik Kanan
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber