Berita Terbaru :
Dokter Bagi Masker dan Edukasi Sejumlah Kepala Kampung
Jatim Akan Gandeng Bank Himbara Untuk Salurkan Bantuan
Siswa Mtsn Gelar Istighotsah Online, Berharap Wabah Corona Segera Sirna
Siswa SMK Jember Ciptakan Tempat Cuci Tangan Otomatis Dari Barang Bekas
ITTS Buat Robot Servis Isolasi Room Untuk Gantikan Tim Medis
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 4,2 Miliyar
Polda Jatim Gelar Video Conference Evaluasi Penanganan Percepatan Covid 19
PPDB Jalur Prestasi Gunakan Nilai Rapor dan Indeks Sekolah
Dinilai Tak Siap, Tim Pansus Tunda Rapat Dengan Tim Satgas Covid-19
Gedung SMP Jadi Tempat Karantina, Total 109 Pemudik Dikarantina
Jelang Rahmadan Terminal Purabaya Mengalami Penurunan Penumpang Hingga 75 Persen
UTBK SBMPTN Mundur
Pencari Kerang Terpeleset dan Terseret Arus, Ditemukan Tak Bernyawa
Satu Pasien PDP Meninggal Dunia
Tuban Zona Merah, Dua Perawat Puskesmas Positif Covid-19
   

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian
Pantura  Minggu, 11-08-2019 | 06:15 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Musim kemarau panjang membuat volume air waduk pacal di Bojonegoro, terus menipis. Kondisi tersebut membuat pintu air di waduk ditutup.

Padahal waduk terbesar di Bojonegoro ini merupakan tumpuhan air irigasi bagi petani di sejumah kecamatan. Sedikitnya terdapat 3500 hektar padi gagal panen, akibat kekurangan pasokan air

Waduk pacal terletak di kawasan hutan desa Kedungsumber Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Volume atau tinggi muka air waduk yang dibangun zaman penjajahan belanda, pada tahun 1933 ini terus mengalami penyusutan seiring berlangsungnya musim kemarau.

Alat ukur ketinggian air yang berada di tengah waduk turun drastis. Hingga saat ini sudah menyentuh  angka 107 meter atau berkurang hingga sepuluh meter, jika kondisi waduk dalam keadaan penuh.

Kepala Dinas PU Sumberdaya Air Pemkab Bojonegoro, Edi Susanto, mengatakan, menipisnya volume air membuat pintu waduk terpaksa harus ditutup hal tersebut dilakukan sejak sebulan terahir, meski ribuan hektar areal pertanian di sejumlah kecamatan, diantaranya Kecamatan Sukosewu, Balen, Kapas dan Sumberejo masih membutuhkan pasokan air.

Data di Dinas Pertanian setempat, tercatat ada lebih dari 3500 hektar tanaman padi,yang sebagian besar bergantung pada air waduk pacal gagal panen.

"Akibat kekurangan pasokan air, seperti yang terlihat di Desa Klepek Kecamatan Sukosewu ini, tanaman padi yang berusia lebih dari dua bulan mati mengering," ucap Mariono, salah satu petani.

Para petani yang tanaman padinya mati, memilih untuk dijadikan pakan ternak. (yos)

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Berita Terpopuler
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Peristiwa  6 jam

Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  18 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  23 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber