Berita Terbaru :
Libur Panjang, Polisi Sweeping Kendaraan di Batas Kota Antisipasi Penyebaran Covid
Pemulihan Ekonomi Dari Covid 19, Petani Keramba Apung Dapat Bantuan Bibit Lobster
Libur Panjang, Pelayanan Rapid Tes di Stasiun Meningkat
Daop 7 Tambah 4 Perjalanan Kereta Api Selama Libur Panjang
Tempat Wisata di Jalur Jatim Jateng Dipenuhi Pengunjung
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
   

Pasar Kain Tenun Ikat Lamongan Sampai ke Timur Tengah
Pantura  Selasa, 13-08-2019 | 09:17 wib
Reporter : Selvy Wang
Lamongan pojokpitu.com, Banyak orang yang sudah mengetahui kain tenun ikat hanya berasal dari NTT atau Toraja, namun ternyata Jawa Timur juga mempunyai jenis kain tenun ikat , yang dibuat di Lamongan. Meski begitu, kain tenun ikat ini sudah mencapai pasar Timur Tengah.

Tidak banyak yang tahu, ternyata Jawa Timur pun mempunyai kain tenun ikat khas yang diproduksi di Lamongan. Memang tidak sepopuler seperti kain tenun ikat dari NTT atau Toraja, namun ternyata pasar kain tenun Lamongan ini sudah sampai ke Timur Tengah.

Salah satunya seperti usaha kain tenun milik Silvi , pengrajin tenun asal Lamongan, yang rajin mengikuti pameran, untuk lebih mengenalkan tenun Lamongan.

Menurut Silvi, tenun ikat Lamongan ini murni menggunakan alat tenun bukan mesin, untuk menjaga kualitas tenun dan tradisi, sehingga dalam pengerjaannya benar- benar menggunakan tenaga manusia. Satu helai kain bisa selesai dalam waktu satu hingga dua hari, tergantung jenis kesulitannya.

Kain tenun ikat Lamongan ini pun diakui dapat dipadu padankan dengan berbagai jenis kain. Seperti Masroh, yang memesan kain tenun ikat ini untuk dijahit menjadi baju.

Tak hanya dalam bentuk lembaran kain, tenun ikat ini juga dijual dalam bentuk baju dan sarung. Harga yang dibandrol pun beragam mulai dari Rp 125 ribu hingga jutaan rupiah.(end)

Berita Terkait

Titin Sudarsa Angkat Tenun Lamongan

Mengenal Kreasi Cantik Kain Ecoprint Dengan Pewarna Alami

Pasar Kain Tenun Ikat Lamongan Sampai ke Timur Tengah

Lebaran Tinggal Menghitung Hari, Pedagang Kain Gigit Jari
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  11 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  9 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  10 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  23 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber