Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Dengan ritual ini diharapkan setelah dikhitan sang anak menjadi pria dewasa dan bertanggung jawab serta berkepribadian sopan dan santun kepada siapapun.
Tradisi Anak Hendak Dikhitan Dimandikan Darah Ayam
Selasa, 20-08-2019 | 21:05 wib
Oleh : Iqbal Mustika Dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Warga using di Banyuwangi tidak pernah lepas dari ritual dan tradisi turun temurun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Seperti, agar anaknya tidak takut dikhitan, mereka menggelar ritual koloan. Yakni tradisi anak yang hendak dikhitan dimandikan darah ayam.

Adalah Putra dan Ardan, keduanya merupakan anak pasangan Efendi dan Misriani warga Dusun Talun Jeruk, Desa Glagah, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Kedua anak tersebut, rencananya hendak dikhitan pagi ini.

Sebelum dikhitan, sejumlah persiapan syarat untuk prosesi ritual koloan sudah disiapkan. Seperti kembang setaman, perasan air kunyit, dua gelas perasan santan kelapa, keminyan dan dua ekor ayam jantan.

Setelah doa dipanjatkan, kini saatnya Putra dan Ardan menjalani ritual koloan. Dalam ritual ini, anak yang hendak di sunat harus duduk jongkok sambil menghadap ke arah barat. Sementara, ayam jantan yang sudah disiapkan disembelih tepat di atas kepala sang anak.

Tujuannya, agar darah ayam dapat mengenai kepala dan badan sang anak. Setelah disiram darah ayam, kedua anak tersebut dimandikan air bunga 7 rupa dan air perasan santan kelapa.

Setelah seluruh kepala dan badan terlumuri darah ayam, anak yang hendak dikhitan kemudian di bawa ke sumber mata air untuk dimandikan. sebagai simbol sang anak sudah mulai beranjak dewasa dan bisa membedakan mana yang najis dan mana yang suci."Ritual ini diyakini agar sang anak berani di sunat," kata Efendi, ayah Putra dan Ardan.

Meski terlihat sadis, menurut kepercayaan warga using, ritual koloan ini bentuk meneladani kisah Nabi Ibrahim saat diminta mengkorbankan anaknya Nabi Ismail. Tidak hanya itu, ritual ini juga bertujuan agar anak yang akan dikhitan dijauhkan dari bala serta bisa meneruskan perjuangan leluhur secara turun temurun.

Menurut Sanusi Marhaedi, sesepuh adat using, usai dilakukan ritual, kedua anak yang hendak dikhitan dibawa ke rumah untuk duduk di kursi. Selain itu, berziarah ke makam leluhur menjadi prosesi terakhir yang harus dilakukan.

"Diharapkan dengan ritual seperti ini, sang anak kedepan akan menjadi pria dewasa yang bertanggung jawab, ramah dan sekaligus bisa menjaga tradisi leluhur agar tidak punah diterpa arus modernisasi," jelas Sanusi Marhaedi.

Berita Terkait


Tradisi Anak Hendak Dikhitan Dimandikan Darah Ayam

Diminati Anak - Anak, Polres Malang Gelar Sunatan Massal di Masa Libur Sekolah

Jerit dan Tangis Warnai Khitanan Massal Haul Syeh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi

Konon, Bocah Ini Disunat Jin Saat Bermain


Anunya Penyakitan? Coba Dikhitan

Jerit Tangis Warnai Khitanan Massal Haul Sunan Bonang

Ini Beda Mr P Dikhitan dengan Yang Alami

Paramedis NU Surabaya Gelar Khitan Laser Gratis

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber