Berita Terbaru :
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Lomba Hias Pasar, Manfaatkan Momen Agustusan Untuk Menormalkan Harga Cabai
Metropolis  Minggu, 25-08-2019 | 18:34 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Masih dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 , Minggu pagi, pedagang Pasar Semolowaru Surabaya menggelar lomba menghiasi stand dagang mereka dan pasar murah. Pada momen ini, pedagang menjual bahan pokok lebih murah dari biasanya, sekaligus sebagai upaya untuk mengembalikan harga sejumlah bahan pokok ke harga normal.

Semarak peringatan HUT RI ke 74 masih tampak di Pasar Semolowaru Surabaya, Minggu pagi, meski sudah di penghujung bulan Agustus. Para pedagang masih semangat mengikuti lomba menghiasi stand dagang mereka, mulai menghias dengan umbul - umbul, bendera merah putih, lampu warna warni, hingga bola lampu disko sehingga tampak indah dan berwarna.

Tak hanya itu, para pepdagang ini juga menggelar pasar murah. Terlihat sejumlah cabe rawit yang semula seharga Rp 80 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 75 ribu , sedangkan harga daging ayam yang semula Rp 34 ribu, kini turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

"Dengan adanya lomba ini harga cabai turun dari Rp 80 ribu kini menjadi Rp 75 ribu dan penurunan harga ini hanya hari ini," tutur Rosida, pedagang cabe rawit.

"Harga daging ayam turun saat ada lomba ini dari harga Rp 34 ribu kini menjadi Rp 30 ribu per kilogram," tambah Yayuk, pedagang daging ayam.

Sementara itu, Mufti, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Rakyat mengatakan, selain lomba memeriahkan Kemerdekaan RI ke 74, para pedagang diharapkan, bisa menggugah geliat masyarakat untuk kembali ke pasar tradisional dengan harga yang murah, dan bisa bersaing dengan pasar modern.

"Kami dari Aspiri (Asosiasi Pedagang Pasar Rakyat Indonesia) menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan oleh pedagang Pasar Semolowaru karena pasar ini akan menjadi percontohan nasional terkait pasar tradisional yang perkembangannya sangat pesat dan bisa bersaing dengan pasar modern, dengan harga yang murah karena langsung mengambil dari produsen," katanya.

Dengan adanya lomba menghias stand dan pasar murah ini, bertujuan pasar tradisional tidak lagi kelihatan kumuh dan jorok, sehingga bisa bersaing dengan pasar modern. Namun yang terpenting adalah kebersamaan dan gotong royong serta semangat nasionalisme para pedagang pasar tradisional tetap terjaga degan baik.(end)




Berita Terkait

Lomba Hias Pasar, Manfaatkan Momen Agustusan Untuk Menormalkan Harga Cabai
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  7 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  5 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  6 jam

Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber