Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Ritual berupa tarian oleh wanita sepuh dalam kondisi kesurupan, bertujuan sebagai ungkapan syukur masyarakat atas hasil pertaniannya dan tolak bala. Foto Handoko
Tari Seblang Bakungan, Sebuah Tari Penolak Bala
Senin, 26-08-2019 | 11:33 wib
Oleh : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Berita Video : Tari Seblang Bakungan, Sebuah Tari Penolak Bala
Banyuwangi pojokpitu.com, Ritual adat seblang bakungan, kembali digelar masyarakat Using Banyuwangi, Minggu (25/8) malam. Tradisi yang telah berlangsung sejak tahun 1.639 ini rutin digelar setiap satu Minggu setelah hari raya idul adha.

Sebelumnya diawali dengan pawai obor, dan selamatan tumpengan di Jalan Desa, ritual inti tarian seblang dimulai. Penari seblang yang sudah berusia lanjut bersiap untuk menyajikan sebuah tarian mistis di tengah pentas yang ada di balai desa. Dengan dipandu oleh sang pawang, sang penari seblang akhirnya dirasuki oleh arwah leluhur. Dengan membawa dua bilah keris, sang penari seblang berjalan menuju pentas dengan mata terpejam.

Seblang bakungan adalah sebuah tarian yang dibawakan oleh wanita tua dalam kondisi trans, atau kehilangan kesadaran. Tiap kali ditampilkan, warga pun berbondong-bondong untuk menyaksikan ritual ini.

Tahun ini seblang masih ditarikan oleh Supani, seorang wanita tua berusia 68 tahun yang telah menari seblang selama enam tahun berturut-turut. Supani sendiri adalah keturunan seblang terdahulu. Seblang sendiri adalah singkatan dari Sebele Ilang, atau Sialnya Hilang. Masyarakat berharap ritual ini digelar agar desanya dijauhkan dari segala marabahaya, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta atas hasil pertanian yang melimpah.

Menurut Choliqul Ridho, Sekretaris Disbudpar Banyuwangi, tarian diiringi beberapa gending seperti gending kodok ngorek, dan seblang lukinto. Seblang terus menari di hadapan ratusan penonton yang datang dari berbagai daerah, maupun mancanegara.

Sesi bagi-bagi kembang dhermo yang ditunggu penonton juga disajikan. Pada sesi ini, penari seblang membagikan bunga kepada penonton. Warga berharap, bunga yang diperoleh dari penari seblang ini bisa mendatangkan kebaikan di dalam kehidupan sehari-harinya.

Sebelum ritual seblang, disajikan juga sebuah drama teaterikal kehidupan masyarakat using, Banyuwangi, dan masyarakat Bali pada zaman dahulu. Diceritakan pada zaman dahulu, masyarakat Using, dan Bali berkonsolidasi untuk menumpas penjajah. Nah, untuk mengalihkan perhatian musuh, warga menggelar aduan ayam. Disaat penjajah menonton aduan ayam inilah, warga memanfaatkan kelengahan musuh untuk menumpas penjajah. "Selain di desa bakungan, tarian seblang juga digelar di Desa Olehsari yang juga berada di wilayah Kecamatan Glagah," kata Choliqul Ridho.

Membedakan tari seblang olehsari dibawakan oleh perempuan muda selama 7 hari berturut-turut setelah hari raya idul fitri, sedangkan seblang bakungan digelar satu minggu setelah hari raya idul adha. penarinya usianya uzur hanya selama semalam. (pul/vd:yan)

Berita Terkait


Tarif Ojek Online Naik, Sejumlah Driver Mengaku Sepi Orderan

Seribu Siswa dan Guru Ikut Gelar Tari Kolosal Klono Sewu

Tarif Transfer Dana Antar Bank Turun

Setelah Hapus Kebijakan Bagasi Gratis, Lion Air Naikan Tarif Bagasi


Seribu Siswa dan Guru Ikut Gelar Tari Kolosal Klono Sewu

Seni Melestarikan Budaya Alat Musik Tradisional Terompet Tetet

Demo Tolak Kenaikan Tarif Iuran BPJS Berlangsung Ricuh

Separuh Tanah Eks Bengkok di Magetan Belum Terinventarisir

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber