Berita Terbaru :
Permintaan Rapid Test Jelang Libur Panjang Meningkat
Hina Polisi Tentang Operasi Yustisi, Tukang Batu ditangkap polisi
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
   

Kreatif, Warga Olah Limbah Gelas Plastik Bernilai Ekonomis Tinggi
Rehat  Minggu, 01-09-2019 | 00:10 wib
Reporter : Moch Sahid
Bangkalan pojokpitu.com, Limbah gelas Air Minum Dalam Kemasan(AMDK) yang biasanya dibuang setelah meminumnya, ternyata mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Terbukti dari tangan tangan kreatif warga Desa Gili Barat Kecamatan Kamal Bangkalan, limbah gelas ini diolah menjadi tas, atau bantal dengan berbagai corak dan menghasilkan puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Kegiatan kreatif itu di rumah Kepala Desa Gili Barat. Kurang lebih 10 warga Desa Gili Barat mengolah limbah sampah dari bekas gelas. Mulai mengumpulkan bekas gelas AMDK, memotong bekas gelas amdk yang kemudian diambil bagian atasnya saja. Serta membersihkan bagian gelas yang sudah dipotong dengan air sabun agar bersih.

Sedangkan yang lain ada yang membuat kerangka dari bagian atas bekas gelas AMDK yang nantinya menjadi dasar atau pola. Serta merajut benang yang nantinya akan dililitkan ke kerangka yang sudah dibuat. Bagian lain menjahit secara manual atau menggunakan tangan.

Maksum Kades Gili Barat mengatakan, membutuhkan waktu dua hari untuk satu barang yang dihasilkannya. Mulai tas, dompet dan bantal dari limbah gelas AMDK, diberi label Gilbar Collection. Diambil dari nama Desa Gili Barat tempat tinggal mereka.

"Sebagai kepala desa hanya mensupport dan mendukung inisiatif warga, dan ternyata produk yang dihasilkan mendapatkan respon positif dari beberapa kalangan dan sudah banyak menerima pesanan," kata H. Maksum.

Produk kreatif ini dijual dengan harga dari Rp 65 ribu sampai dengan Rp 200 ribu. Setiap bulannya warga bisa menghasilkan kurang lebih 100 buah tas ukuran kecil, 60 buah tas ukuran besar dan 50 buah bantal yang omzetnya mencapai puluhan juta rupiah. (pul)

Berita Terkait

Ubah Pandemi Jadi Rejeki

Ibu-Ibu Dharma Wanita Berlomba Merangkai Sayur Menjadi Bunga

Pemkab Wadahi 16 Sektor Bidang Kreatif di Bojonegoro

Kreatif, Warga Olah Limbah Gelas Plastik Bernilai Ekonomis Tinggi
Berita Terpopuler
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyany...selanjutnya
Politik  5 jam

Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  13 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  5 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber