Berita Terbaru :
Dinas PUPR Dapat Suntikan DID Lagi Rp 9,2 Miliar
KPU Jatim Hanya Tetapkan 40 Pasangan Calon
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
   

Kreatif, Warga Olah Limbah Gelas Plastik Bernilai Ekonomis Tinggi
Rehat  Minggu, 01-09-2019 | 00:10 wib
Reporter : Moch Sahid
Bangkalan pojokpitu.com, Limbah gelas Air Minum Dalam Kemasan(AMDK) yang biasanya dibuang setelah meminumnya, ternyata mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Terbukti dari tangan tangan kreatif warga Desa Gili Barat Kecamatan Kamal Bangkalan, limbah gelas ini diolah menjadi tas, atau bantal dengan berbagai corak dan menghasilkan puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Kegiatan kreatif itu di rumah Kepala Desa Gili Barat. Kurang lebih 10 warga Desa Gili Barat mengolah limbah sampah dari bekas gelas. Mulai mengumpulkan bekas gelas AMDK, memotong bekas gelas amdk yang kemudian diambil bagian atasnya saja. Serta membersihkan bagian gelas yang sudah dipotong dengan air sabun agar bersih.

Sedangkan yang lain ada yang membuat kerangka dari bagian atas bekas gelas AMDK yang nantinya menjadi dasar atau pola. Serta merajut benang yang nantinya akan dililitkan ke kerangka yang sudah dibuat. Bagian lain menjahit secara manual atau menggunakan tangan.

Maksum Kades Gili Barat mengatakan, membutuhkan waktu dua hari untuk satu barang yang dihasilkannya. Mulai tas, dompet dan bantal dari limbah gelas AMDK, diberi label Gilbar Collection. Diambil dari nama Desa Gili Barat tempat tinggal mereka.

"Sebagai kepala desa hanya mensupport dan mendukung inisiatif warga, dan ternyata produk yang dihasilkan mendapatkan respon positif dari beberapa kalangan dan sudah banyak menerima pesanan," kata H. Maksum.

Produk kreatif ini dijual dengan harga dari Rp 65 ribu sampai dengan Rp 200 ribu. Setiap bulannya warga bisa menghasilkan kurang lebih 100 buah tas ukuran kecil, 60 buah tas ukuran besar dan 50 buah bantal yang omzetnya mencapai puluhan juta rupiah. (pul)

Berita Terkait

Ibu-Ibu Dharma Wanita Berlomba Merangkai Sayur Menjadi Bunga

Pemkab Wadahi 16 Sektor Bidang Kreatif di Bojonegoro

Kreatif, Warga Olah Limbah Gelas Plastik Bernilai Ekonomis Tinggi

Manfaatkan Limbah Plastik Bekas Disulap Menjadi Robot
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  12 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  14 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  6 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  13 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber