Berita Terbaru :
Dokter Bagi Masker dan Edukasi Sejumlah Kepala Kampung
Jatim Akan Gandeng Bank Himbara Untuk Salurkan Bantuan
Siswa Mtsn Gelar Istighotsah Online, Berharap Wabah Corona Segera Sirna
Siswa SMK Jember Ciptakan Tempat Cuci Tangan Otomatis Dari Barang Bekas
ITTS Buat Robot Servis Isolasi Room Untuk Gantikan Tim Medis
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 4,2 Miliyar
Polda Jatim Gelar Video Conference Evaluasi Penanganan Percepatan Covid 19
PPDB Jalur Prestasi Gunakan Nilai Rapor dan Indeks Sekolah
Dinilai Tak Siap, Tim Pansus Tunda Rapat Dengan Tim Satgas Covid-19
Gedung SMP Jadi Tempat Karantina, Total 109 Pemudik Dikarantina
Jelang Rahmadan Terminal Purabaya Mengalami Penurunan Penumpang Hingga 75 Persen
UTBK SBMPTN Mundur
Pencari Kerang Terpeleset dan Terseret Arus, Ditemukan Tak Bernyawa
Satu Pasien PDP Meninggal Dunia
Tuban Zona Merah, Dua Perawat Puskesmas Positif Covid-19
   

Warga Lereng Semeru Gelar Festival Rujak Otek
Icip - Icip  Minggu, 01-09-2019 | 16:40 wib
Reporter : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Warga di Lereng Gunung Semeru, Desa Sumber Wuluh,Kecamatan Candipuro, Lumajang, menggelar festival rujak otek. Kegiatan ini dilakukan guna mengenalkan makanan rujak khas desa setempat.

Pengunjung dari berbagai daerah, nampak antusias datang ke lokasi festival rujak otek yang diselenggarakan Pemerintah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Panitia sengaja menempatkan acara tersebut di gunug wayang, karena sausana dan letaknya cukup nyaman untuk bersantai.

Tidak beda jauh dengan festival rujak uleg di Surabaya, rujak otek ini lebih menekankan pada rasa yakni rasa asin lebih kuat daripada manis karena menggunakan petis merah dari Madura.

Cara pembuatannya juga sama, yakni bumbu seperti cabe, garam. Pisang klutuk dan lainnya digerus atau diuleg dalam sebuah wadah cobek berukuran cukup besar dengan menggunakan alat ulegan dari bahan kayu atau batu.

Lalu ditambahkan bahan-bahan lain seperti petis, kacang tanah, gula merah, asam dan air secukupnya. Nah, apalagi jika rujak tersebut dimakan di alam pegunungan, tentu lebih nikmat.

Cak Sul, panita, menjelaskan, acara ini sengaja digelar pemerintah desa untuk lebih mengenalkan lagi kuliner khas daerahnya, yakni rujak otek.

"Yang membedakan dengan rujak lainnya, rujak otek dari daerah ini adalah sayurnya, yakni ada tambahan sayur rebusan dari tunas bambu nanap yang cukup kenyal," ujar Cak Sul.

Acara yang baru pertama kali digagas pemerintah desa ini langsung mendapatkan respon dari pemerintah daerah. Nugroho Dwi Watmoko, Asisten Administrasi Pemkab Lumajangin, mengatakan, pemerintah daerah berjanji akan menjadikan acara ini sebagai agenda rutin kabupaten setiap tahunnya.

Ada berbagai kriteria pemanang dalam acara festival rujak otek ini. Diantranya, adalah dekorasi tempat, busana penjual, kebersihan tempat, keramahan pelayanan, tmpilan sajian dan rasa.

Jika peserta dapat memeneuhi kriteria tersebut, maka mereka berhak mendaptkan hadiah menarik dari panitia. (yos)

Berita Terkait

Warga Lereng Semeru Gelar Festival Rujak Otek

Festival Rujak Uleg Pecahkan 2 Rekor Muri dan Dunia

Festival Rujak Uleg 2017 Lebih Heboh dan Semarak

HUT Surabaya, 1500 Orang Meriahkan Festival Rujak Uleg
Berita Terpopuler
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Peristiwa  6 jam

Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  19 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  23 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber