Berita Terbaru :
Salama Lebaran, Pelanggar PSBB Meningkat
Polisi Perketat Akses Masuk Perumahan Surabaya
Pengedar Sabu Jaringan Lapas Dibekuk Polisi
Balon Udara Ditemukan Jatuh di Atas Rumah Warga Magetan
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Kembali Sampai 9 Juni 2020
Pakar Komunikasi Unair Menilai PSBB Kurang Efektif
Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Kabar Gembira, 17 Dari 77 Pasien Corona di Kabupaten Probolinggo Sembuh
Ibu Ini Ngamuk Ngamuk Jalannya Diportal, Begini Ceritanya
Data Terbaru Kasus Covid 19 Masih Ada Tambahan 479 Orang
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
   

Kekeringan Meluas 20 Desa, Bantuan Air Bersih Diserbu Warga
Pantura  Senin, 02-09-2019 | 13:27 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Bencana kekeringan yang melanda kabupaten tuban, terus meluas. Hingga kini krisis air bersih terpantau sudah dialami 20 desa di 8 kecamatan. Keringnya sumur dan saluran pam membuat ribuan warga bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah.

Sejak 4 bulan terakhir, warga di Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, mengalami krisis air bersih. Sumur dan saluran perusahaan air minum, yang terhubung ke rumah-rumah tidak lagi mengeluarkan air. Hanya beberapa sumur warga saja yang menyisakan air, itupun airnya sangat kecil.

Suwarni, warga, mengatakan, bantuan air bersih dari pemerintah kabupaten sangat diharapkan. truk tangki air dari BPBD Tuban yang datang langsung diserbu warga. Berbekal jurigen kosong, ember, serta drum, mereka rela mengantri demi mendapat jatah air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan air bersih ini dipergunakan warga untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak dan mandi. Jika tak ada bantuan, warga terpaksa harus membeli air dari luar. Tidak murah biaya yang harus dikeluarkan warga setiap-hari.

Sementara itu bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Tuban, terus meluas. Hingga kini krisis air bersih dialami dua puluh desa di 8 kecamatan. Jumlah ini bertambah empat desa dibanding agustus lalu, yang hanya 16 desa.

Gaguk Hariyanto, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Tuban, menjelaskan, empat tambahan ini antara lain Desa Gesikharjo Kecamatan Grabakan, Desa Kumpulrejo Kecamatan Parengan, Desa Bader dan Desa Jombok Kecamatan Jatirogo. "Untuk meringankan beban warga, BPBD Tuban memaksimalkan armada truk tangki yang dimiliki utnuk mendistribusikan air bersih," ujar Gaguk Hariyanto.

Bencana kekeringan diprediksi masih akan terus terjadi hingga November mendatang dan berakhir bersamaan dengan datangnya musim penghujan. (yos)

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  8 jam

Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Peristiwa  7 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  11 jam

Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Metropolis  4 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber