Berita Terbaru :
Pemkab Ngawi Kebut Pembangunan Lokasi PKL Yos Sudarsso
Angka Covid-19 Di Tuban Melandai, Angka Sembuh Tinggi
Awal Musim Penghujan, Fokus Kerawanan Bencana Angin Puting Beliung dan Banjir
Kreasi Pandemi Bonsai Kelapa Media Air
Pameran Hasil Karya SMA Double Track
Bupati Lumajang Konsolidasi Pemenangan Pasangan Ladub
Usaha Ditengah Pandemi, Pengerajin Aquarium Mini Unik Tembus Pasar Internasional
Libur Panjang, Banyak Pengunjung Berwisata ke Sumber Air Growgoland
Hendak Mencuri Motor Residivis Keok Ditangan Polisi
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
   

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah
Rehat  Senin, 09-09-2019 | 11:31 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi , Banyuwangi menggelar tradisi keboan aliyan. Dalam tradisi pada bulan suro dalam penanggalan jawa ini, ribuan orang memadati tradisi adat ini untuk menyaksikan ritual permohonan kelimpahan hasil bumi.

Tradisi adat keboan digelar warga desa Alian , Kecamatan Rogojampi Banyuwangi. Sejumlah petani kerasukan roh gaib dan bertingkah layaknya kebo atau kerbau, lalu berkeliling empat penjuru desa. Sesekali belasan warga yang kerasukan itu nyemplung di kubangan layaknya kerbau .

Sementara itu warga lain bergotong royong dan bahu membahu menyiapkan ragam kebutuhan untuk ritual. Hingga membangun gapura dari janur yang digantungi hasil bumi di sepanjang jalan desa sebagai perlambang kesuburan dan kesejahteraan .

Kepala Desa Aliyan, Anton Sujarwo mengatakan , bahwa keboan ini dimulai sejak pagi. Diawali dengan selamatan di empat penjuru desa . Bersamaan itu sejumlah petani yang telah kerasukan siap menjalani ritual keboan berkeliling desa mengikuti 4 penjuru mata angin .

"Keboan ini perayaan yang dinantikan oleh warga, semua bergotong royong dan bahkan warga desa yang tinggal di luar kota menyempatkan mudik untuk menghadiri acara ini," kata Anton.

Lewat tradisi ini bukan hanya rasa sukur karena hasil panen yang melimpah saja, tetapi juga memperkuat ikatan silaturahim dengan seluruh warga desa.

Acara keboan aliyan sangat berbeda dengan acara keboan yang ada di desa lainya di Banyuwangi. Sebab selain di ikuti kaum pria, juga di ikuti kaum wanita. Layaknya pemeran profesional, para wanita setempat membawa ogo-ogo berbentuk kerbau untuk di bawa keliling desa. (pul)

Berita Terkait

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah

Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
Berita Terpopuler
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Peristiwa  10 jam

Hendak Mencuri Motor Residivis Keok Ditangan Polisi
Peristiwa  9 jam

Libur Panjang, Banyak Pengunjung Berwisata ke Sumber Air Growgoland
Mlaku - Mlaku  8 jam

Usaha Ditengah Pandemi, Pengerajin Aquarium Mini Unik Tembus Pasar Internasional...selanjutnya
Ekonomi Dan Bisnis  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber