Berita Terbaru :
Persiapan New Normal, Sekolah Lakukan Simulasi Belajar Mengajar
Forkopimda Wacanakan PSBB Hingga Lockdown Antar Kecamatan
Interplasi Dilakukan Lantaran Rekrutmen Pimpinan Bank Jatim Tak Kunjung Selesai
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Dilaporkan Pencemaran Nama Baik di Polrestabes Surabaya, Uci Flowdea Datangi Polda Jatim
Angka Positif Covid 19 Jatim Tembus 14 Ribu Orang
Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Warga Suku Tengger Gelar Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada
Ngopi Sambil Keliling Kota Dengan Bus Coffe
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Awali Musim Panen Padi, Tradisi Metil Digelar Warga Munggut Madiun
KPU Ponorogo Dapat Gelontoran Dana Rp 5,9 Milyar Untuk APD Covid 19
Pandemi Covid-19, Penghoby Aquascape Meningkat
Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Polisi Tangkap Pencuri Spesialis Kotak Amal Masjid Antar Kota
   

Ditemukan Saat Razia, Pekerja Cafe Dibawah Umur Mengaku Menjadi Korban Rudapaksa
Mataraman  Senin, 09-09-2019 | 17:20 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Melakukan razia cafe, petugas Satpol PP Tulungagung menemukan pekerja anak bawah umur bekerja sebagai pemandu lagu. Tragisnya, dihadapan petugas anak tersebut mengaku, sempat dipaksa melakukan hubungan intim oleh salah seorang pelanggan warung.

Petugas Satpol PP Tulungagung, mengamankan seorang anak dibawah umur, yang bekerja di sebuah warung kopi dan karaoke di Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Kecamatan Sumberbepol Tulungagung.

Di warung kopi dan karaoke ini, remaja yang masih berusia 17 tahun tersebut, bekerja sebagai pelayan dan menemani pelanggan berkaraoke.

Artista Nindya Putra , Kasi Informasi dan Publikasi Satpol PP tulungagung, mengatakan, saat dimintai keterangan oleh petugas, remaja asal Malang ini mengaku, pernah dipaksa melakukan hubungan intim oleh salah seorang pelanggan warung.

Dalam pernyataan tertulis bermaterai, korban mengaku dipaksa berhubungan badan oleh salah seorang oknum perangkat desa di Kecamatan Sumbergempol, sebanyak satu kali.

Menurut pengakuan korban pada petugas Satpol PP, peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan agustus lalu. Setelah warung tutup, sekitar pukul 1 dini hari, terduga pelaku masuk ke kamar korban kemudian menguncinya.

"Meski di dalam kamar terdapat dua rekan korban, terduga pelaku nekat memaksa korban hingga berbuat asusila," ujar Artista Nindya Putra.

Menindaklanjuti pengakuan korban atas dugaan rudapaksa tersebut, petugas Satpol PP mengantarkan korban ke Unit Layanan Terpadu, Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI Tulungagung). (yos)

Berita Terkait

Ditemukan Saat Razia, Pekerja Cafe Dibawah Umur Mengaku Menjadi Korban Rudapaksa
Berita Terpopuler
Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  5 jam

Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Spesialis Pencuri HP dan Penadah Diringkus Polisi Magetan
Peristiwa  9 jam

Para Bakal Calon Berebut Suara Warga NU di Pilkada Sumenep
Pilkada  12 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber