Berita Terbaru :
Kasus Covid Bertambah, Pemkab Aktifkan Kembali Ruang Isolasi Desa
Oknum Anggota DPRD Bojonegoro Dilaporkan Istri Terkait Dugaan KDRT
Gara - Gara Jalan Rusak, Truk Terguling di Jalan Kepatihan
4600 Ton Beras Disalurkan Untuk Bantuan Sosial Selama 3 Bulan
Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
   

Penyelundupan 74 Ekor Burung Tanpa Dokumen Digagalkan
Metropolis  Selasa, 10-09-2019 | 18:32 wib
Reporter : Ferry Maulina dan Agassi Lasura
Surabaya pojokpitu.com, Petugas Balai Besar Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya bersama Kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menggagalkan penyelundupan ekor buruh tanpa dokumen. Burung tersebut diselundupkan dari Makassar menuju Surabaya melalui kapal KM Dharma Rucitra VII. Salah satu burung jenis kakaktua jambul orange yang diselundupkan, ditaksir harganya mencapai Rp 50 juta.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi menjelaskan total burung diselundupkan dari Makassar menuju ke Surabaya menggunakan KM Dharma Rucitra VII ini sebanyak 74 ekor. Terdiri dari nuri Maluku, betet paruh bengkok, kakaktua jambu orange, kakaktua jambul kuning, nuri bayan, perling, bilbong, tuwo dan lain lain. Lima diantaranya burung tersebut mati karena kondisi kesehatannya memburuk.
 
Musyaffak menjabarkan, penggagalan penyelundupan bermula dari informasi masyarakat bahwa di dalam kapal KM Dharma Rucitra VII diduga mengangkut burung tanpa dokumen karantina. Burung tersebut ditempatkan pada kolong sasis bawah truk dengan nopol DD 9997 PA dan DD 8624 KJ. Burung lainnya juga ditemukan dalam satu truk lainnya.

"Penyelundupan burung tanpa dokumen tersebut melanggar pasal 6 undang undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara. Hingga saat ini kedua sopir truk masih berstatus sebagai saksi belum dijadikan tersangka," tutur Musyaffak Fauzi.
 
Upaya perlindungan terus dilakukan pada satwa burung yang dilindungi di Indonesia. Mengingat di pasar gelap, jika ditaksir secara rupiah total harga burung yang diselundupkan ini bisa mencapai diatas Rp 1 milyar.

Salah satunya yang paling mahal adalah jenis kakatua jambul orange yang harganya di kisaran Rp 50 juta per ekor. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, Nandang Prihadi juga mengusulkan agar pelaku jera juga harus dijerat pasal berlapis tentang UU no 5 tahun 1990 tentang penyelundupan satwa dilindungi, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(end)
 


Berita Terkait

Penyelundupan 500 Gram Sabu Di Lapas Kelas 1 Berhasil Digagalkan

Pengedar dan Pengguna Sabu Diringkus Usai Transaksi

Jadi Kurir, Seorang Wanita Selundupkan Sabu di Dalam Kemaluan

Polisi Gagalkan Penyelundupan 200 Butir Pil Ekstasi e Kalimantan Timur Senilai Rp 160 Juta
Berita Terpopuler
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Covid-19  11 jam

Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab
Peristiwa  13 jam

Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
Metropolis  5 jam

Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Hukum  12 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber