Berita Terbaru :
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Adik Positif Corona, Keluarga Via Vallen Dijauhi Tetangga
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
Ciptakan Gelang Corona Untuk Pasien Covid-19 yang Bandel
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peduli, Ratusan APD Dibagikan ke Seluruh Puskesmas Ponorogo
Kabar Sedih dari Nissan untuk Eropa dan Negara Berkembang
PSBB Tahap Tiga, Koramil Berikan Bantuan Sembako
Pedagang Dari Luar Daerah Wajib Memiliki Surat Keterangan Bebas Rapid Test
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Persebaya Pengin Berhenti, Persipura Abstain, Persiraja Minta Lanjut
   

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 11-09-2019 | 00:05 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Kemarau panjang menyebabkan sejumlah waduk dan sungai di Kabupaten Tuban, kering kerontang. Akibatnya, lahan pertanian jagung rusak, karena tidak mendapat pasokan air cukup selama berbulan-bulan. Untuk menekan kerugian, petani terpaksa panen lebih awal, sehingga hasilnya menurun 40 persen.

Kondisi bendungan sungai Kedung Ireng di kaki perbukitan kapur Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban hanya terlihat bongkahan batu dan pasir berserakan di dasar sungai.

Kemarau panjang selama 4 bulan terakhir menyebabkan sejumlah sumber mata air mati. Air sungai kedung ireng pun terus surut, dan hanya menyisahkan sedikit genangan di sudut bendungan.

Dampaknya pada lahan pertanian jagung di Desa Genaharjo. Tanaman jagung tidak mendapat pasokan air cukup, sehingga rusak mengering. Bahkan beberapa diantaranya tumbuh kerdil tanpa menghasilkan bonggol.

Mbah Mijan, salah satu petani mengatakan, untuk mengurangi kerugian, petani panen lebih awal. "Akibatnya, hasil panen turun 40 persen dibanding waktu normal," ujarnya.

Petani berharap musim kemarau segera berakhir, sehingga mereka dapat memulai bercocok tanam kembali. "Semusim ini para petani merugi, karena tanaman banyak yang mati atau panen dini," imbuhnya. (yos)

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Berita Terpopuler
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  4 jam

Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  6 jam

Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  11 jam

Sensasi Fluffy Pancake ala Jepang Bertabur Boba
Icip - Icip  11 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber