Berita Terbaru :
Ditangkap Karena Terlibat Kasus Perampasan, Pemuda Asal Dampit Nikah di Polsek
Polresta Sidoarjo Berikan Penghargaan Kepada 40 Anggota Berprestasi
Jelang Hari Jadi dan Suro, Pengrajin Seni Sterofoam dan Gabus Sepi Order
Perayaan Hari Jadi Kota Reog ke-524 Dikemas Sederhana
Empat Pegawai Positif Korona, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Ditutup
Gaji 13 ASN Segera Cair
Pemkab Ngawi Bakal Tertibkan Bangunan yang Melebihi Batas
Daftar Sebagai Pemilih Tetap di Kediri, Mas Dhito Berharap Penyelenggara Optimal dan Adil
Begini Pembelajaran Tatap Muka SMA di Era Pandemi
Berduaan di Dalam Kamar Kos, Satu Pasangan Bukan Suami Isteri Terjaring Satpol PP
Diduga Dukun Sihir, Warga Kepulauan Kangayan Dibunuh Diatas Kapal Motor
Satu Nakes Puskesmas Maospati Positif Covid-19
Tim Identifikasi Polres, Kumpulkan Beberapa Barang Bukti
Kota Malang Kembali Catat Rekor Penambahan Pasien Positif Covid-19
Diserang Perguruan Pencak Silat, Warga Memilih Bersembuyi
   

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 11-09-2019 | 00:05 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Kemarau panjang menyebabkan sejumlah waduk dan sungai di Kabupaten Tuban, kering kerontang. Akibatnya, lahan pertanian jagung rusak, karena tidak mendapat pasokan air cukup selama berbulan-bulan. Untuk menekan kerugian, petani terpaksa panen lebih awal, sehingga hasilnya menurun 40 persen.

Kondisi bendungan sungai Kedung Ireng di kaki perbukitan kapur Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban hanya terlihat bongkahan batu dan pasir berserakan di dasar sungai.

Kemarau panjang selama 4 bulan terakhir menyebabkan sejumlah sumber mata air mati. Air sungai kedung ireng pun terus surut, dan hanya menyisahkan sedikit genangan di sudut bendungan.

Dampaknya pada lahan pertanian jagung di Desa Genaharjo. Tanaman jagung tidak mendapat pasokan air cukup, sehingga rusak mengering. Bahkan beberapa diantaranya tumbuh kerdil tanpa menghasilkan bonggol.

Mbah Mijan, salah satu petani mengatakan, untuk mengurangi kerugian, petani panen lebih awal. "Akibatnya, hasil panen turun 40 persen dibanding waktu normal," ujarnya.

Petani berharap musim kemarau segera berakhir, sehingga mereka dapat memulai bercocok tanam kembali. "Semusim ini para petani merugi, karena tanaman banyak yang mati atau panen dini," imbuhnya. (yos)

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Berita Terpopuler
Ratusan Orang Dari Perguruan Pencak Silat, Kembali Serang Warga
Peristiwa  7 jam

Jokowi Teken PP, Pegawai KPK Resmi Jadi ASN
Politik  14 jam

Pemkab Sidoarjo Bagi 15 Ribu Masker Gratis Untuk Penanganan Covid 19
Metropolis  15 jam

Dipicu Bendera, Warga dan Pesilat Terlibat Bentrok
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber