Berita Terbaru :
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
   

BNN Sumenep Ungkap Kasus Narkotika dan Jaringan Sindikat Pil Ekstasi
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 11-09-2019 | 12:26 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, berupa sabu, pil ekstasi, dan sejumlah uang, serta beberapa barang bukti lainnya. Foto Wildan
Sumenep pojokpitu.com, Selama kurun waktu 9 bulan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep, berhasil mengungkap 2 kasus narkotika dan jaringan sindikat pil ekstasi.

Dua kasus narkotika berhasil diungkap, dengan 3 tersangka yang berhasil diamankan. Tiga tersangka diantaranya, berinisial, RD asal Desa Barurambat, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. AM, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Serta MI, asal Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Ketiganya ditangkap di tempat yang berbeda.

BNN Kabupaten Sumenep juga mengamankan barang bukti. Di antaranya sabu-sabu sekitar 2,82 gram, pil ekstasi merk spongebob warna hijau 43.1,2 butir, uang tunai puluhan juta rupiah, dan barang bukti lainya, seperti atm, timbangan elektrik, dan handphone.

Bambang Sutrisno, Kepala BNN Sumenep mengatakan, bahwa barang haram tersebut mereka peroleh di antaranya, dari bandar asal Kabupaten Sampang melalui kurir. Kini yang bersangkutan telah divonis oleh Pengadilan Negeri Sumenep, dengan kurungan penjara selama 4 tahun 6 bulan. Selain itu juga dari salah satu bandar di Surabaya, yang kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

BNN Kabupaten Sumenep, kedepan akan terus berupaya memberantas kasus narkotika, dan memutus jaringan sindikat pil ekstasi. Pihaknya menghimbau serta mengajak seluruh elemen masyrakat, untuk bersama-sama memerangi barang haram tersebut. (pul)


Berita Terkait

Dewan Desak Pemkot Bantu Anggaran BNNK Surabaya

BNN Kota Malang Prioritaskan Kecamatan Klojen Cegah Peredaran Narkoba

BNN Sumenep Ungkap Kasus Narkotika dan Jaringan Sindikat Pil Ekstasi

Rencana Perpindahan Kantor BNNK Trenggalek Menunggu P-APBD
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  4 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  17 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  14 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber