Berita Terbaru :
Penumpang Tewas Mendadak di Dalam Bus, Petugas Evakuasi Sesuai SOP Corona
Dua Pasien PDP Covid 19 di Kabupaten Sidoarjo Meninggal Dunia
Sembuh dari Virus Corona, Andrea Dian: Puji Tuhan
Masya Allah, Karangan Bunga Daeng Beta Seratusan. Iki Tanda Khofifah Wong Gedhe
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
   

Gus Muhdor: Santri Itu Berhati Makkah, Berotak BJ Habibie
Metropolis  Kamis, 12-09-2019 | 15:28 wib
Reporter :
Sidoarjo pojokpitu.com, Kepergian Presiden Ketiga Indonesia BJ Habibie, meninggalkan duka buat seluruh kalangan, termasuk para santri. Kalangan santri memandang BJ Habibie sebagai sosok yang layak diteladani.

Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, Muhdor Ali mengatakan, bagi kalangan santri, Habibie adalah cerminan ideal tentang kegigihan dalam menuntut ilmu.

"Dunia santri ini kan dunia yang menuntut ilmu sampai akhir hayat, utlubul ilma minal mahdi ilal lahdi, atau dalam bahasa di ilmu kependidikan itu long life education. Apa yang dilakukan Pak Habibie sepanjang hidupnya mencerminkan itu. Jadi kami para santri harus meneladani beliau," ujar Muhdor

Menurut Muhdor, sains dan teknologi kini mulai menjadi tradisi bagi para santri. Bahkan, upaya mendekatkan sains dan teknologi telah dimulai sejak dari pendidikan dasar. Banyak santri pun menjadikan Habibie sebagai inspirator saat menuntut ilmu.

"Sampai-sampai kan di seluruh kalangan santri muncul istilah yang sangat terkenal, yaitu kita harus berhati Makkah, berotak Habibie. Visi keilmuan agama berpadu dengan visi sains serta teknologi, karena memang itu tak bisa dipertentangkan. Agama mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Gus Muhdor, sapaan akrabnya.

"Bukatinya, banyak ayat di alquran yang memerintahkan umat Islam menggunakan akalnya untuk mencermati alam semesta, artinya kita dituntut mempelajari sains dan teknologi. Banyak ayat yang juga disertai pertanyaan afala taqilun atau afala tatafakkarun yang artinya tidakkah kamu sekalian berpikir," imbuh putra KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) tersebut.

Menurut Gus Muhdor, dengan penguasaan sains dan teknologi, para santri bisa membantu masyarakat banyak serta memajukan daerah serta negara. "Kalau santri kan jelas cinta NKRI, jadi teknologi yang dikuasai pasti untuk kemaslahatan, bukan untuk merongrong negara," ujar alumnus Ponpes Lirboyo Kediri itu.

Di Ponpes Bumi Sholawat sendiri, ujar Gus Muhdor, sains dan teknologi diperkenalkan secara intens. Berbagai laboratorium berbasis teknologi ada di pesantren tersebut. Lomba sains antar-santri kerap digelar untuk memacu para santri menguasai teknologi.

"Dengan meneladani Pak Habibie, kami ke depan terus memperkuat tradisi sains dan teknologi di kalangan anak-anak muda Sidoarjo dan dari seluruh Indonesia yang mondok di sini. Semoga lahir Habibie-Habibie baru di pesantren dan komunitas pendidikan yang ada di Sidoarjo," ujar Gus Muhdor yang juga alumnus Universitas Airlangga, Surabaya.

Gus Muhdor juga mengajak seluruh santri melakukan salat gaib serta bertahlil untuk Habibie. Di lingkungan pesantren juga dikibarkan bendera setengah tiang. "Kami juga sudah mengontak para wali santri untuk bersama-sama mengirimkan alfatihah kepada Pak Habibie," ujarnya.


Berita Terkait

Dirut Inka Kenang BJ Habibie Sebagai Pendiri Inka

Ratusan Pelajar Terbangkan Pesawat Kertas Kenang BJ Habibie

Begini Kenangan Khofifah Tentang Sosok BJ Habibie

Dirut Inka Kenang BJ Habibie Sebagai Pendiri Inka
Berita Terpopuler
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Metropolis  7 jam

Masya Allah, Karangan Bunga Daeng Beta Seratusan. Iki Tanda Khofifah Wong Gedhe
Opini  5 jam

Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  17 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  15 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber