Berita Terbaru :
Dokter Bagi Masker dan Edukasi Sejumlah Kepala Kampung
Jatim Akan Gandeng Bank Himbara Untuk Salurkan Bantuan
Siswa Mtsn Gelar Istighotsah Online, Berharap Wabah Corona Segera Sirna
Siswa SMK Jember Ciptakan Tempat Cuci Tangan Otomatis Dari Barang Bekas
ITTS Buat Robot Servis Isolasi Room Untuk Gantikan Tim Medis
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 4,2 Miliyar
Polda Jatim Gelar Video Conference Evaluasi Penanganan Percepatan Covid 19
PPDB Jalur Prestasi Gunakan Nilai Rapor dan Indeks Sekolah
Dinilai Tak Siap, Tim Pansus Tunda Rapat Dengan Tim Satgas Covid-19
Gedung SMP Jadi Tempat Karantina, Total 109 Pemudik Dikarantina
Jelang Rahmadan Terminal Purabaya Mengalami Penurunan Penumpang Hingga 75 Persen
UTBK SBMPTN Mundur
Pencari Kerang Terpeleset dan Terseret Arus, Ditemukan Tak Bernyawa
Satu Pasien PDP Meninggal Dunia
Tuban Zona Merah, Dua Perawat Puskesmas Positif Covid-19
   

Panen Belum Merata, Harga Cabai Rawit Naik Turun
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 12-09-2019 | 18:59 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Masa panen belum merata menjadikan harga cabai rawit belum stabil. Diperkirakan harga akan mulai berjalan normal mulai Oktober mendatang, karena sejumlah wilayah di Jawa Timur dengan lahan sekitar 400 hektar akan mulai memasuki panen.

Harga cabai rawit yang belum stabil karena harga yang naik turun, diakui oleh Disperindag Jatim karena masa panen yang belum merata di Jawa Timur. Dari harga saat turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram, kini naik lagi di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.

Menurut Drajat Irawan, Kepala Disperindag Jawa Timur wilayah yang sudah mulai masa panen adalah Kediri dengan lahan seluas 150 hektar. Diperkirakan sekitar bulan Oktober, wilayah lain akan mulai masa panen, yakni Blitar seluas 20 hektar, Tulungagung 15 hektar, Malang 25 hektar, Nganjuk 35 hektar, Probolinggo 20 hektar, jember 100 hektar, banyuwanhi 15 hektar. Total sekitar 400 hektar akan panen.

"Kami pastikan panen akan berlangsung mulai Oktober hingga Desember atau Januari, sehingga diharapkan harga cabai rawit akan kembali normal," ujar Drajat Irawan, Kepala Disperindag Jatim.

Berdasarkan data Siskaperbapo Disperindag Jawa Timur, harga rata-rata cabai rawit mencapai Rp 55.905 per kilogram. Tertinggi di Kabupaten Magetan Rp 62.333, Ngawi Rp 61.333, Malang Rp 61.000, diikuti kota Pasuruan dan Malang Rp 60.500 . Sedangkan harga terendah di kota Mojokerto Rp 39.500. (end)





Berita Terkait

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram

Pedagang Pasar Wonokromo Keluhkan Naiknya Harga Cabe

Harga Cabai Meroket Hingga Rp 85 Ribu Per Kg
Berita Terpopuler
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Peristiwa  6 jam

Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  18 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  23 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber