Berita Terbaru :
Kasus Covid 19 di Jatim Capai 4.409 Orang
PMI Kirim Bantuan Ventilator ke RS Muhammadiyah Lumajang
Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Memang, Test PCR Lebih Akurat Dibandingkan Rapid Test
Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Penyakit GERD Sering Muncul Setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
   

Limbah Berbahaya Dibuang Sembarangan, Bocah Ini Menjadi Korban
Pantura  Jum'at, 13-09-2019 | 23:04 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Akibat limbah yang dibuang sembarangan, dua bocah mengalami luka bakar serius, sehingga harus mendapat perawatan medis.
Tuban pojokpitu.com, Limbah misterius dibuang sembarangan di kawasan pemukiman dan hutan jati Kabupaten Tuban. Gundukan serbuk mirip pasir itu sangat berbahaya, karena menyimpan bara panas yang dapat membakar kulit.

Ahmad Dani harus menjalani perawatan intensif di ruang Isolasi Puskesmas Plumpang, Kabupaten Tuban. Bocah berusia 12 tahun warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban ini hanya bisa terbaring sambil menangis merasakan perih dari luka bakar yang dideritanya.

Menurut Sulastri ibu korban, luka bakar pada kedua tangan dan kakinya tersebut disebabkan limbah misterius yang dibuang di tepi jalan menuju rumahnya. Ahmad dani yang pulang sekolah berjalan kaki tidak mengetahui gundukan  mirip pasir.

Korban bermain di sekitar gundukan dan terjatuh. Seketika kedua tangan dan kaki korban melepuh mengalami luka bakar. Warga yang melihat langsung menolong korban, dan membawanya ke Puskesmas.

Imam Zarkasi dokter puskesmas mengatakan, korban mengalami luka bakar antara 10 hingga 20 persen. Korban sudah dirawat tiga hari di Puskesmas. Selanjutnya, jika tidak ada perkembangan, korban akan dirujuk ke rumah sakit umum daerah setempat.

Sementara itu Sunarto, Kades Sumberagung mengatakan, tak ada yang tahu asal usul gundukan serbuk halus mirip pasir ini tiba-tiba berada di lokasi. Diduga limbah panas ini dibuang oknum tak bertanggungjawab pada malam hari.

"Diketahui terdapat tiga titik gundukan. Satu di kawasan pemukiman, satu lagi di tepi jalan raya, dan satu lainnya di kawasan hutan jati. Keberadannya sangat meresahkan masyarakat, karena sudah melukai dua bocah," kata Sunarto.
 
Warga berharap, aparat kepolisian mengusut tuntas pembuangan limbah misterius berbahaya ini. Guna kepentingan penyelidikan, salahsatu gundukan telah dipasang garis polisi. (pul)

Berita Terkait

Limbah Beracun Ahirnya di Nganjuk Dievakuasi

Manfaatkan Limbah Plastik, Seorang Pemuda Ciptakan Lukisan Bernilai Seni

DLH Kesulitan Temukan Asal Muasal Dugaan Limbah Busa Cemari Sungai Welang

Bupati Pasuruan Diminta Bentuk Terpadu Terkait Busa Cemari Sungai
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  4 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  13 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  11 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  12 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber